PDI Perjuangan Sikka Gelar Musancab, Andreas Hugo Parera: Politik Bukan Sekadar Cari Jabatan

AHP mengatakan, sebagai pengurus partai, para kader tidak hanya mengurus diri sendiri melainkan bekerja mengurus negara atau masyarakat.

Maumere, Ekorantt.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sikka menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Politik bagi seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) pada Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan berlangsung di aula Sekretariat PDIP Sikka. Hadir Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Andreas Hugo Parera (AHP), Ketua DPD PDI-P NTT Yunus Takandewa, Ketua DPC PDI-P Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo, dan pengurus PAC se-Kabupaten Sikka.

AHP mengatakan, sebagai pengurus partai, para kader tidak hanya mengurus diri sendiri melainkan bekerja mengurus negara atau masyarakat.

“Ketika kita terlibat dalam politik, harus ada rasa berbuat sesuatu untuk rakyat. Mau jadi politisi adalah panggilan. Bukan sekadar untuk mencari jabatan atau kekuasaan,” tandasnya.

Para kader muda di tingkat kecamatan, kata dia, mesti membawa inovasi dalam pola kampanye dan pendekatan kepada pemilih pemula.

AHP menekankan tiga hal penting yang harus dilakukan pengurus partai yakni, melakukan komunikasi politik, bicara dengan masyarakat, dan mengadvokasi kepentingan masyarakat.

“Itu yang harus kita lakukan sebagai politisi, mengabdi untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ketua DPD PDI-P NTT, Yunus Takandewa mengatakan, Kabupaten Sikka memiliki peran strategis dalam peta politik di NTT. Politik di Sikka adalah barometer politik NTT.

“Maka kita harus menjaga watak asli partai ini sebagai partai wong cilik. Kita bukan partai yang baru sibuk saat pemilu saja, tetapi kita harus hadir untuk rakyat setiap saat,” tandasnya.

Yunus mengingatkan pengurus partai harus mampu memenuhi empat indikator kinerja utama yang menjadi tolak ukur internal partai, yakni aspek elektoral, organisasi, komunikasi publik, dan tata kelola.

Keempat aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi partai di tengah politik yang terus dinamis.

Yunus menekankan pentingnya perubahan cara kerja kader partai di tengah perkembangan zaman semakin cepat, khususnya di era digital.

“Untuk memenangkan hati rakyat, khususnya milenial dan Gen Z di era digital, kader tidak bisa lagi bekerja secara konvensional atau menggunakan cara-cara lama yang kurang efektif,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA