Warga Soroti Pengisian ke Jeriken saat Kelangkaan BBM di Flores Timur

Kelangkaan BBM terjadi karena tingginya kuota pembelian lewat jeriken. Apalagi Pertamina sedang mengurangi kuota pasokan BBM ke seluruh SPBU.

Larantuka, Ekorantt.com – Warga Kabupaten Flores Timur (Flotim) mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi selama tiga pekan terakhir. Di tengah situasi itu, praktik pengisian pertalite ke dalam jeriken masih berjalan bebas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Padahal Pertamina memberlakukan pembatasan kuota pengisian BBM.

Hal ini memicu protes dari warga yang berjam-jam mengantre. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Flores Timur membenahi sistem distribusi menjadi lebih teratur.

Jika tak diatur dengan baik, warga khawatir ada pihak tertentu yang memanfaatkan kelangkaan BBM untuk meraup keuntungan besar.

Di sejumlah titik, harga pertalite di tingkat pengecer naik drastis hingga menembus Rp30 ribu per botol dari harga biasa Rp20 per botol. Parahnya lagi, volume BBM di dalam botol eceran itu dikurangi hampir separuh badan botol.

“Mau minyak (BBM) langka atau tidak, tetap saja mereka lancar isi ke jeriken. Coba ini (distribusi) diatur baik-baik supaya lebih tertib, yang susah nanti kami masyarakat,” ujar Yohanes Nandri (30), warga Larantuka kepada Ekora NTT pada Senin, 29 Juni 2026 siang.

Perkataan Nandri beralasan. Kepada Ekora NTT, ia bilang dirinya dua jam mengantre BBM di pom bensin setempat.

Senin siang, antrean kendaraan masih mengular panjang hingga ratusan meter di tiga SPBU yang beroperasi di Kota Larantuka.

Kelangkaan BBM terjadi karena tingginya kuota pembelian lewat jeriken. Apalagi Pertamina sedang mengurangi kuota pasokan BBM ke seluruh SPBU.

“Kalau dibilang langka, sebenarnya tidak juga, masih bisa diatasi asalkan batasi yang jeriken-jeriken ini,” kata salah satu sumber di internal SPBU yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pembelian lewat jeriken biasanya dilakukan setelah mengantongi surat rekomendasi dari Pemkab Flores Timur. Ini jadi bumerang karena pasokan BBM untuk warga terganggu.

Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Alam (SDA) Setda Flores Timur, Tarsisius Kopong, belum memberikan komentar terkait kelangkaan BBM sekaligus jumlah penyalur yang mengantongi rekomendasi.

Tarsisius bilang sedang menghadiri rapat penting dan meminta waktu di luar jam dinas untuk memberikan klarifikasi.

“Nanti saya hubungi, masih ada rapat,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA