Suntikan Modal Rp30 Miliar Perkuat Ekspansi Bisnis Bank NTT

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus mengatakan tambahan modal dari pemerintah daerah akan memperkuat pelaksanaan rencana bisnis yang telah disusun manajemen.

Kupang, Ekorantt.com – Penyertaan modal sebesar Rp30 miliar dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Bank NTT menjadi dorongan penting bagi percepatan ekspansi bisnis dan peningkatan kualitas layanan perbankan di daerah.

Dana penyertaan modal tersebut akan dimanfaatkan Bank NTT untuk menjalankan sejumlah program pengembangan usaha, di antaranya membangun dua kantor cabang baru di Oelamasi, Kabupaten Kupang, dan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Selain itu, manajemen juga akan merevitalisasi sejumlah kantor yang dinilai belum representatif agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus mengatakan tambahan modal dari pemerintah daerah akan memperkuat pelaksanaan rencana bisnis yang telah disusun manajemen.

Menurutnya, pengembangan jaringan kantor menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses layanan perbankan sekaligus meningkatkan daya saing Bank NTT.

“Kami akan membangun kantor cabang baru di Oelamasi dan Borong. Selain itu, kantor-kantor yang kondisinya belum baik akan direvitalisasi agar lebih representatif,” ujar Charlie Paulus usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPRD NTT, Rabu, 22 Juli 2026.

Charlie menjelaskan, selain penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi NTT sebagai pemegang saham pengendali, sejumlah pemerintah kabupaten juga akan melakukan penyertaan modal sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan permodalan Bank NTT.

Ia menegaskan seluruh pimpinan cabang kini didorong memiliki budaya entrepreneur. Sebagai lembaga bisnis, Bank NTT dituntut mampu menangkap peluang ekonomi di setiap daerah sehingga pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada kebijakan kantor pusat.

“Setiap pimpinan cabang lebih memahami potensi bisnis di wilayahnya masing-masing. Mereka harus kreatif agar bisnis ini terus berkembang,” katanya.

Charlie juga mengajak seluruh masyarakat NTT untuk terus mempercayai dan mencintai Bank NTT.

Menurutnya, semakin baik kinerja Bank NTT, semakin besar pula manfaat yang dapat kembali kepada masyarakat melalui kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selvi Nange, mengatakan penyertaan modal Rp30 miliar diberikan karena Bank NTT merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yang sehat dan secara konsisten memberikan dividen kepada pemerintah daerah.

Ia menilai tambahan modal tersebut akan memperkuat langkah Bank NTT dalam merevitalisasi kantor-kantor layanan serta mendukung berbagai program strategis pemerintah daerah, termasuk pengembangan program One Village One Product (OVOP).

Dukungan terhadap penyertaan modal juga disampaikan Komisi III DPRD NTT. Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Kristoforus Loko, mengatakan pihaknya sepakat mendukung tambahan modal agar berbagai rencana bisnis Bank NTT dapat direalisasikan sesuai target.

Menurutnya, sebagai BUMD, Bank NTT memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami berharap dengan adanya penyertaan modal ini, ruang gerak eksekusi rencana bisnis Bank NTT semakin luas sehingga seluruh program dapat dijalankan tepat waktu,” ujarnya.

Kristoforus menambahkan, dengan kondisi saat ini yang sehat ditambah dengan adanya  kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim, akan ada manfaat ilmu pengetahuan serta penguatan digitalisasi, dan peningkatan kualitas layanan.

“Semoga dengan KUB ini kinerja direksi semakin optimal dalam mendorong perekonomian daerah,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA