DPRD Flotim Sesalkan Satu Korban Jiwa Akibat Gempa Flores Luput dari Data Pemerintah

Mateus meninggal dunia dalam peristiwa gempa pada Sabtu sekitar pukul 06.00 Wita. Ia terjatuh di depan pintu rumah saat menyelamatkan diri bersamaan dengan hentakan gempa

Larantuka, Ekorantt.com – Mateus Noba Noba, 74 tahun, meninggal dalam peristiwa gempa Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi. Ironisnya, nama warga Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT itu luput dari data dampak oleh pemerintah daerah setempat.

Pemdes Waiula mengaku sudah melaporkan kejadian itu, namun pemerintah kecamatan mengklaim tak ada kabar resmi melalui dokumen sebagai rujukan laporan ke BPBD Flores Timur.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nebo Tukan, Kamis, 20 Agustus 2026 pagi, berkata laporan dampak gempa ke BNPB telah dibuat lewat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdolalps).

Dalam laporan dijabarkan bahwa Flores Timur tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun kerusakan rumah hingga fasilitas selama peristiwa gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo.

“Kami sudah laporkan nihil di Pusdalops, jadi hingga tanggal 16-17 Agustus, tidak ada laporan kepada kami soal itu,” katanya melalui sambungan telepon.

Goretty bahkan menilai korban meninggal bukan akibat terkena reruntuhan bangunan, meski kronologi kematian pria kelahiran Juni 1952 itu berkaitan langsung dalam peristiwa gempa yang mengguncang seluruh wilayah Flores.

“Tidak jatuh karena ditindis bangunan, kan?” pungkasnya.

Anggota DPRD Flores Timur, Abdon Julius, menyesalkan nama korban yang luput dari pendataan. Anggota Komisi II itu juga menyayangkan pernyataan Maria Goretty. Abdon meminta BPBD merevisi laporan merujuk pada fakta di lapangan.

Ia berkata, korban jiwa dalam bencana seperti yang dialami Mateus Noba Noba turut disebabkan oleh peristiwa gempa. Ia menyoroti pola koordinasi pendataan dampak oleh pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.

“Itu kan dampak dari gempa, dia meninggal di saat terjadi peristiwa, berusaha menyelamatkan diri dari dalam rumah namun jatuh dan meninggal,” ucap Abdon.

“Ada temuan seperti ini, tetap laporan harus diberikan baik lisan maupun tertulis sefara resmi. ini kan bentuk kelalaian koordinasi dalam proses laporan,” tandasnya.

Camat Wulanggitang, Karolus Kelemur menyatakan pihaknya tidak berniat mengabaikan, menelantarkan, atau pun menghapus data Mateus Noba Noba dari Desa Waiula. Ia menyebut Pemdes Waiula tak mengajukan laporan resmi kepada kecamatan.

“Kami sejak awal berkoordinasi lewat whatsapp grup, meminta Pemdes Waiula segera mengajukan laporan tertulis resmi beserta dokumen pendukung, yakni KT, KK, dan jumlah rumah yang rusak ringa dan berat,” katanya.

Laporan resmi dari desa, jelas Karolus, penting dibuat sebagai dasar intuk mengeluarkan laporan kepada BPBD. Hal itu seusai dengan tata kelola birokrasi, teramsuk dalam urusan kebencanaan.

“Dari desa belum menyerahkan laporan sehingga kami belum meneruskannya (data korban) ke kabupaten,” ucap Karolus.

Sebelumnya, Mateus meninggal dunia dalam peristiwa gempa pada Sabtu sekitar pukul 06.00 Wita. Ia terjatuh di depan pintu rumah saat menyelamatkan diri bersamaan dengan hentakan gempa. Keluarga dan nakes desa yang datang mendapati Mateus sudah tak bernyawa.

“Iya ada satu korban di sini, beliau saat itu di dalam rumah, panik dan berusaha lari keluar. Jatuh dan meninggal dunia” ujar Kepala Desa Waiula, Philipus Pailolong Puka.

Philipus berkata, informasi soal warganya yang meninggal dalam gempa sudah dilaporkan ke Pemerintah Kecamatan Wulanggitang pada hari yang sama.

Guncangan gempa dengan episentrum sekitar 320 kilometer begitu terasa di Flores Timur. Warga yang panik berlarian keluar rumah, menjauhkan diri dari bangunan ke lokasi terbuka.

Data sementara BPBD NTT mencatat dampak gempa mengakibatkan 70 korban jiwa,132 orang luka-luka sedang dalam penanganan medis, hingga kerusakan ribuan rumah dan fasilitas umum. Dampak parah meliputi Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ende.

Bantuan dari pihak ketiga dan pemerintah terus mengalir, meski banyak korban dikabarkan belum tersentuh bantuan sama sekali. Para relawan berusaha menjangkau wilayah tersulit bahkan terisolasi lantaran terdampak gempa.

Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA