Puskesmas Oepoi Sasar 14 Sekolah Dasar untuk Imunisasi Campak Rubela

Di balik rasa takut itu, ada harapan besar baginya dan setiap petugas agar setiap anak memperoleh perlindungan dari penyakit campak dan rubela.

Kupang, Ekorantt.com – Tangisan anak-anak mewarnai pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD St. Maria Assumpta, Kota Kupang pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Di antara barisan siswa kelas satu yang menunggu giliran, ada yang terlihat tenang, tetapi tidak sedikit yang menangis karena takut menghadapi jarum suntik.

Beberapa anak harus ditenangkan oleh guru dan orangtua sebelum dan sesudah menerima imunisasi. Bujukan dan pelukan menjadi cara untuk menguatkan mereka agar berani menjalani suntikan yang diberikan petugas kesehatan.

Satu per satu siswa maju sesuai giliran. Di tengah suasana yang sesekali diwarnai tangisan, petugas imunisasi dari Puskesmas Oepoi tetap melayani para siswa dengan menyasar perlindungan kesehatan anak sejak dini.

Imunisasi yang diberikan adalah vaksin campak rubela untuk siswa kelas satu sekolah dasar. Pelayanan ini merupakan bagian dari program BIAS yang dilaksanakan untuk menjangkau anak-anak usia sekolah.

Petugas Imunisasi Puskesmas Oepoi, Sonya Rafael, mengatakan, pihaknya mengerahkan lima petugas untuk menjalankan pelayanan imunisasi tersebut.

Puskesmas Oepoi menargetkan cakupan imunisasi mencapai 100 persen. Untuk mencapai target itu, petugas mendatangi sekolah-sekolah di wilayah kerja puskesmas agar anak-anak yang menjadi sasaran dapat memperoleh pelayanan.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah penolakan dari orang tua yang tidak bersedia anaknya mendapatkan imunisasi.

“Masih ada orang tua yang belum mau anaknya diimunisasi,” ujar Sonya.

Penolakan ini menjadi perhatian petugas karena keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kesiapan tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan orang tua dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi anak.

Di wilayah kerja Puskesmas Oepoi, pelaksanaan BIAS menjangkau 14 sekolah dasar. SD St. Maria Assumpta menjadi sekolah terakhir yang dikunjungi petugas dalam rangkaian kegiatan BIAS.

Bagi Sonya dan rekan-rekannya, jarum suntik mungkin menjadi sesuatu yang menakutkan di lingkungan sekolah. Namun bagi petugas sepertinya menjadi gambaran kecil dari tantangan yang dihadapi petugas saat memberikan pelayanan kesehatan kepada anak usia sekolah.

Di balik rasa takut itu, ada harapan besar baginya dan setiap petugas agar setiap anak memperoleh perlindungan dari penyakit campak dan rubela. (Adv)

TERKINI
BACA JUGA