Puskesmas Oepoi Perluas Layanan Skrining Kanker Serviks

Skrining kanker serviks merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang turut didukung oleh program Pemerintah Kota Kupang.

Kupang, Ekorantt.com – Puskesmas Oepoi terus berupaya memperluas akses pelayanan skrining kanker serviks melalui pemeriksaan di puskesmas dan kunjungan langsung ke masyarakat.

Kepala Puskesmas Oepoi,  Elfride Ruth berkata,  upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker leher rahim.

Skrining kanker serviks merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang turut didukung oleh program Pemerintah Kota Kupang.

Menurut Elfride, pelayanan skrining dilakukan dengan mendatangi masyarakat untuk memberikan pemeriksaan, sekaligus melayani warga yang datang langsung ke puskesmas.

Pelayanan ini dilaksanakan untuk menjangkau lebih banyak perempuan agar memanfaatkan fasilitas pemeriksaan yang tersedia.

“Untuk kanker serviks, selain menjadi program Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota, kami juga mendapat target dari pemerintah pusat untuk pelayanan IVA,” ujar Elfride beberapa waktu lalu kepada Ekora NTT.

“Karena itu, kami biasanya turun ke masyarakat untuk memberikan pelayanan. Jika ada masyarakat yang datang untuk diperiksa, kami juga melayani,” tambahnya.

Elfride menjelaskan, pelaksanaan pemeriksaan kanker serviks di sekolah memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan ruangan tertutup untuk menjaga privasi pasien.

Oleh sebab itu, kegiatan kesehatan perempuan di sekolah lebih banyak diarahkan pada edukasi dan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI bagi siswi dan guru, dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Terkait ketersediaan vaksin untuk pencegahan kanker serviks, Elfride mengatakan, layanan vaksinasi tersebut belum tersedia di Puskesmas Oepoi.

Masyarakat yang membutuhkan layanan vaksinasi akan diarahkan ke fasilitas kesehatan yang menyediakannya, yakni Puskesmas Sikumana atau RSUD S.K. Lerik.

Sementara itu, apabila hasil skrining menunjukkan adanya indikasi kelainan, petugas puskesmas akan memberikan edukasi dan menyarankan pasien berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau ditemukan hasil yang positif atau ada indikasi kelainan, biasanya kami edukasi pasien untuk berkonsultasi ke dokter kandungan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan diagnosisnya,” ujarnya.

Selain pelayanan pemeriksaan, Puskesmas Oepoi juga mengintensifkan promosi kesehatan mengenai berbagai persoalan kesehatan perempuan, termasuk kanker serviks.

Edukasi dilakukan melalui kunjungan ke masyarakat dan kegiatan penyuluhan, sedangkan di sekolah materi yang diberikan umumnya berupa pengetahuan dasar mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit.

Elfride berharap semakin banyak perempuan yang memanfaatkan layanan skrining dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan atau membutuhkan konsultasi kesehatan.

“Semoga melalui perluasan akses pemeriksaan, edukasi kesehatan, dan tindak lanjut medis yang tepat, risiko keterlambatan penanganan kanker serviks dapat ditekan,” harapnya. (Adv)

TERKINI
BACA JUGA