Kapan Kita Sekolah Lagi Ibu?

Maumere, Ekorantt.com “Kapan kita sekolah lagi Ibu? Kami mau ke sekolah bermain dengan teman-teman. Kami sudah bosan di rumah”.

Sekilas ungkapan polos dari anak-anak TK Nitakloang, Desa Nitakloang Kecamatan Nita kepada Anyela Lusia, sang kepala sekolah dan kedua  staf gurunya, Maria Beatrix Dua Guneng dan Saveriana Wandelina ketika mengunjungi anak didiknya dari rumah ke rumah untuk membagikan tugas dan kemudian mengumpulkannya kembali.

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan ketiga guru ini setia  menyambangi anak-anak dari rumah ke rumah dari pukul 10.00 WITA hingga sore hari dengan berjalan kaki.

Tempat tinggal 32 anak yang berjauhan tidak menyurutkan semangat pahlawan tanpa pamrih ini untuk menjangkau rumah para bocah itu.

Lamanya tinggal di rumah dan belajar di rumah menimbulkan kebosanan apalagi pada usia emas dan tumbuh kembangnya serta pembentukan karakter maka bermain dengan teman adalah hal yang wajib. Demikian penjelasan dari Maria.

“Dengan sabar kami menjelaskan kalau sementara waktu anak-anak belajar di rumah dulu bersama bapak dan mama,” kata Maria.

Hikmah anak belajar di rumah di bawah bimbingan orang tua di masa pandemi Covid-19 ini memberi pelajaran positif akan kembalinya peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga.

Menurut Maria, peran orang tua anak TK yang berada di pedesaan dengan SDM orang tua yang pas pasan menjadi problem tersendiri di dalam membimbing anak usia emas ini dengan segala tetek bengeknya. Faktanya anak-anak senang untuk menerima tugas.

“Persoalannya seorang guru hanya membantu menjelaskan ke orangtua dan orangtua yang membimbing saat kegiatan. Ada beberapa orang tua yang tidak mengerti dengan suruhan,” ungkap Maria.

Tetapi sebagai kepala sekolah, dirinya dan staf guru tidak patah arang dalam membimbing anak-anak dan terus memantau tugas yang diberikan dan mengambilnya kembali sembari menjelaskan materi yang belum diketahui anak.

Menurutnya, anak TK harus disentuh dengan hati dan kesabaran. Karena pendidikan bagi mereka adalah  semata-mata teladan dan cinta.

Problem lain yang dihadapi anak TK di tengah pandemi Covid-19 adalah ruang gerak mereka dibatasi. Usia emas dimana butuh interaksi sosial bersama teman pun dibatasi.

Demikian pun bermain yang menjadi dunia anak besar manfaatnya bagi perkembangan bahasa, moral, sosial, emosi, fisik dan kreativitas pun dibatasi.

Potret keseharian dimana para ibu guru TK setiap pagi bersiap diri untuk berangkat mengajar dan disambut tawa riang anak pupus akibat Covid-19. Hal yang terus mengusik ketenangan  batin ketiga ibu guru sekembalinya mengunjungi anak-anak selalu terngiang di telinga, kapan kita masuk sekolah ibu?

Yuven Fernandez

TERKINI
BACA JUGA