Jangan Mengimpor Moderator dari Luar Lagi! dan Pelajaran Lain yang Kita Petik dari Debat Putaran Pertama Pilkada Ngada

Tangkapan layar debat Pilkada Ngada 2020. Silvano Keo Bhaghi/EKORA NTT

Bajawa, Ekorantt.com – Menyongsong Pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ngada mengadakan acara debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngada pada 2 Oktober yang lalu di aula Jhon Tom Bajawa untuk mengukur kesiapan para calon menjalankan rencana kerja yang termuat dalam visi, misi, dan arah program kerja mereka.

Pasca debat yang telah dilakukan, banyak komentar yang diungkapkan ke public oleh masyarakat. Komentar yang disampaikan, dilakukan oleh orang perorang maupun oleh kelompok masyarakat untuk menilai seberapa jauh manfaat acara debat terhadap keberlangsungan proses elektoral.

Keberadaan komentar yang berbeda dalam menilai dan membedah proses debat dapat menghadirkan diskursus baru yang lebih segar, yang sebelumnya mungkin tidak terakomodir di dalam debat. Pada konteks yang lebih penting, diskursus baru ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi lima Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngada.

Upaya untuk melahirkan masukan konstruktif ini coba dilakukan oleh Yayasan Arnoldus Wea melalui kegiatan focus group discussion (FGD) yang dilakukan secara virtual pada tanggal 4 Oktober 2020 untuk membedah hasil debat putaran pertama Pilkada Ngada.

Hadir dalam FGD itu, tiga pemantik utama atas nama Nikolaus Loy, pengajar pada Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Petrus Kanisius Siga Tage, pengajar pada Universitas Citra Bangsa, dan Yuventus Nawindari Procuremnt Watch, sedangkan pemandu jalannya diskusi adalah Arnoldus Wea, penggagas Gerakan Degha Nua.

Secara umum, diskusi berjalan dengan santai. Selaku pembicara pertama, Nikolaus Loy mengatakan bahwa debat adalah saluran demokrasi yang penting agar public dapat melihat dan menilai sejauh mana para calon merumuskan program kerja mereka. Secara khusus, Nikolaus menilai debat yang ada tidak terlalu menonjol secara ide maupun gagasan.

Hal yang sama diakui oleh Bernadus Gapi dan Reinard L Meo selaku peserta diskusi yang turut memberikan pikiran mereka. Reinard dan Bernadus melihat bahwa debat yang ada justru hanya sekadar tindakan seremonial. Secara umum, debat tidak memberikan sumbangsih yang signifikan bagi masyarakat pemilih karena terlampau datar.

Sebagai pembicara kedua dalam diskusi, Petrus Kanisius Siga Tage menilai bahwa rumusan isu debat masih jauh dari yang diharapkan. Isu penting semacam COVID-19 tidak diakomodir secara jelas dan tegas ke dalam rencana program kerja. Padahal, ini adalah persoalan penting yang menjadi prioritas nomor satu.

Senada dengan Petrus, Boy Zanda juga mengatakan bahwa tampaknya para calon, tidak begitu paham soal pentingnya perhatian kepada masalah COVID-19 dan kesehatan pada umumnya.

Sementara pembicara terakhir, Yuventus Nawin, mengungkapkan bahwa gaya komunikasi yang disampaikan oleh para calon perlu untuk diperbaiki. Ada kesan bahwa struktur kalimat dan gaya interaksi para calon masih tampak sangat kaku dan tidak terarah. Selain itu, Yuventus menilai bahwa tawaran konsep soal pembangunan pariwisata yang diutarakan oleh para calon masih tampak asbstrak dan tidak bersinergi dengan program kementrian yang telah digulirkan.

Akhirnya, diskusi yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu menghasilkan beberapa butiran rekomendasi penting, yang sekiranya bisa diperhatikan oleh para calon dalam menyongsong debat kedua nantinya atau dapat digunakan sebagai materi kampanye.

  • Perlu ada pendalaman isu, terutama soal gender yang sama sekali tidak dibicarakan oleh semua calon selama debat, padahal mayoritas masayarakat Ngada adalah perempuan.
  • Program kerja mestinya memfokuskan diri pada upaya persiapan menghadapi COVID-19 melalui tindakan promotif preventif terarah di area layanan primer dan kuratif di rumah sakit.
  • Persoalan lingkungan seperti penanganan sampah adalah langkah priotitas penting saat ini, mengingat kita sedang giat membangun sektor pariwisata.
  • Isu soal generasi milenial perlu diberi perhatian serius, tidak sekadar sebagai alat jualan politik di masa kampanye.
  • Keberadaan masyarakat Ngada diaspora, sebagai bagian integral dari masyarakat Ngada, perlu difasilitasi melalui arah programatik para Calon Bupati.
  • Program pengangkatan honorer dan pegawai kontrak daerah adalah isu yang tidak tepat sasar saat ini, mengingat beban belanja pegawai kita terus membengkak, dana yang ada bisa difokuskan pada upaya persiapan dan penyelesaian masalah COVID-19.
  • Program pembangunan rumah sakit baru, adalah isu yang tidak perlu. Yang dibutuhkan saat ini adalah penguatan kapasitas rumah sakit dalam menghadapi COVID-19, seperti meningkatkan kesiapan ruang perawatan intensif.
  • Pada debat kedua sebaiknya KPUD Ngada menggunakan moderator lokal, tidak perlu mengimpor moderator dari luar, dengan begitu membangun Ngada unggul bisa dimulai dari hal-hal kecil.
  • Saat debat kedua nanti semoga lebih bergairah, ada jual beli gagasan yang bagus, tidak sekadar saling lempar pujian tanpa isi yang jelas.
  • Para kandidat yang ada merupakan putra terbaik Ngada, control mereka dengan kritik yang baik, agar kita bisa mendapat pemimpin yang berkualitas.

Lampiran: Visi, Misi, dan Program Kerja Paslon Pilkada Ngada 2020

  1. FIRMAN

Visi: Terwujudnya Masyarakat Ngada yang Mandiri, Unggul, dan Sejahtera melalui Peningkatan Ekonomi, Sumber Daya Manusia Dilandasi Semangat Kebersamaan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Kewirausahaan.

Misi:

  • Mengembangkan program pemberdayaan untuk penanggulangan kemiskinan berbasis sumber daya daerah untuk mencapai kemandirian. Hal ini akan dilakukan berdasarkan pendataan, inventarisasi, dan pembentukan kelompok-kelompok pemberdayaan di tingkat masyarakat, pengelompokan jenis-jenis usaha, menyediakan dana pemberdayaan masyarakat sesuai dengan bidang usaha masing-masing, peningkatan keterampilan praktis bagi petani, akses air bersih, akses energy dan penerangan, subsidi perumahan (subsidi rumah layak huni).
  • Peningkatan daya saing komoditi pertanian dan perikanan untuk menopang ketahanan pangan dan gizi keluarga. Hal ini akan dilakukan melalui optimalisasi lahan berbasis tekhnologi, pengolahan hasil pertanian, peternakan, dan hasil laut, penanganan paska panen hasil perikanan dan pertanian, pengembangan rumput laut, akses pasar dengan fokus pada pasar organic, menyediakan pupuk organik.
  • Pengembangan dunia usaha, Bumdes, UMKM, dan investasi yang merakyat. Hal ini dilakukan dengan memberikan jaminan modal bagi pengusaha, kompetisi wirausaha muda usia di bawah 25 tahun, iklim usaha, pendampingan dan subsidi pengembangan UMKM, penyertaan modal untuk pengembangan BUMDES.
  • Mengembangkan potensi pariwisata
  • Mewujudkan kualitas hidup masyarakat tani dan nelayan dengan penyediaan input pertanian dan perikanan melalui teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, menyediakan bibit unggul dan bibit local, menyediakan pupuk organic secara mandiri, penyediaan alat pertanian, penyediaan bibit ternak, bibit ikan air tawar untuk tambak dan kolam, pengembangan industry pakan ternak, penyediaan alat tangkap bagi pelayan.
  • Mempercepat pembangunan infrastruktur berbasis tata ruang sesuai tagline “Membangun Desa Menata Kota”. Yang pertama dilakukan adalah penataan Kota Bajawa menuju kota ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
  • Meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan. Pertama, menata persoalan penyakit masyarakat untuk kepentingan penyediaan obat-obatan, penambahan dokter ahli, memberi beasiswa lanjut studi kepada dokter umum, menurunkan angka stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, tenaga medis, peningkatan status rumah sakit dari Tipe C menjadi Tipe B, membangun RSUD Bajawa dengan pola kemitraan.
  • Meningkatkan kualitas pendidikan, pemuda, dan olahraga. Akan difokuskan pada peningkatan upah guru honor, subsidi pengembangan mental, bakat, spiritual pemuda, organisasi pemuda keagamaan, PSN Ngada, organisasi kemahasiswaan, anak-anak kreatif.
  • Meningkatkan ketahanan bencana dan membangun lingkungan hidup.
  • Menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, cepat tanggap, transparan, dan berkeadilan. Hal ini akan dilakukan melalui konsep pelayanan prima, kerja sama dengan masyarakat untuk kontribusi pembangunan daerah, meningkatkan tunjangan perangkat desa sampai ke RT, menempatkan tenaga pendamping minimal 1 desa 1 pendamping.
  • Pencegahan dan penanggulangan COVID – 19. Pertama, melakukan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan ekonomi, dan sosial. Kedua, menyediakan tenaga relawan COVID – 19 sampai ke tingkat desa. Ketiga, subsidi rapid dan swab bagi pelaku perjalanan. Keempat, subsidi biaya operasional sekolah dari TK sampai SMP untuk mendukung pembelajaran. Kelima, mengembangkan pangan local untuk menjaga sistem imun tubuh masyarakat.

2. AP-RB

Visi: Terwujudnya Masyarakat Ngada yang Unggul, Mandiri, Berbudaya Berbasis Pertanian dan Pariwisata yang Berwawasan Lingkungan.

Lima misi (Pancacita) Pembangunan Kabupaten Ngada:

  • Mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata melalui pemetaan zona ekologi secara rinci berdasarkan pemanfaatan lahan dan pendekatan pembangunan pertanian berbeda-beda berdasarkan karakteristik wilayah agar dapat meningkatkan ekonomi dan produktivitas rakyat.
  • Meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan rekruitmen yang berkualitas.
  • Mengembangkan wilayah untuk meminimalisasi kesenjangan berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat antara lain penataan kota (air bersih, perumahan).
  • Mempercepat reformasi birokrasi untuk dapat memberikan pelayanan public yang mudah, murah, dan cepat dengan ASN sebagai ujung tombak Tante Nela Paris.
  • Membangun lingkungan hidup dari ketahanan bencana dan perubahan iklim.

3. PAS-GUD

Visi: Terwujudnya Msyarakat Ngada yang Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing.

Misi:

  • Meningkatkan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat (Meningkatkan kesediaan pangan masyarakat yang berkualitas dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki melalui intentifikasi dan eksentifikasi; Mengembangkan produk-produk olahan untuk member nilai tambah; Membangun jejaring pemasaran seluas-luasnya; Memberi kepastian harga komoditis unggulan daerah).
  • Memberdayakan potensi dan sumber daya ekonomi unggulan berbasis keunggulan daerah (Pengembangan produk unggulan masyarakat berdasarkan kluster wilayah; Pengembangan produk-produk domestic Kabupaten Ngada yang memiliki keunggulan komparatif melalui pengembangan ekonomi kereatif masyarakat Ngada dengan menorong indstrialisasi dan UKM untuk menciptakan nilai tambah komoditi sektor pertanian; Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan modal usaha)
  • Mengembangkan potensi pariwisata daerah yang berdaya saing (Peningkatan akses menuju destinasi wisata; Penguatan masyarakat sadar wisata; Peningkatan sarana prasaran penunjang pada destinasi wisata
  • Meningkatkan kualitas SDM menjadi lebih kompetitif dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat (Menjamin kembang tumbuh anak sejak dalam kandungan; Peningkatan edukasi perilaku hidup sehat; Peningkatan pendidikan vokasional bagi masyarakat; Peningkatan akses masyarakat ke PT).
  • Reformasi birokrasi dalam rangka peningkatan kualitas layanan public (Penataan struktur organisasi sesuai kebutuhan dan potensi daerah; Penataan tata laksana organisasi perangkat daerah (ketepatan wewenang antardinas); Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM aparatur; Transformasi digital dalam penyelenggaraan Pemda).

4. CREDO

Visi: Terwujudnya Masyarakat Ngada yang Sejahtera, Unggul, Inovatif, dan Berkeadilan.

Misi:

  • Merencanakan dan melaksanakan pembangunan Kabupaten Ngada di berbagai sektor dengan memperhatikan secara seksama upaya pencegahan dan penanganan COVID – 19 (Edukasi Protap Kesehatan; Alokasi Anggaran: pulsa data Rp50 Ribu/bulan untuk siswa kelas 4-6).
  • Mendorong percepatan pningkatan SDM Ngada yang unggul, inovatif, berdaya saing, dan memiliki jiwa wirausaha (Mengirim anak Ngada untuk ikut program pelatihan agar memiliki keterampilan dan pengetahuan, memberikan modal usaha untuk membuka lapangan kerja baru minimal untuk diri sendiri; Membuka balai pelatihan kerja untuk memberi kursus pelatihan bagi anak-anak Ngada; Memberikan modal usaha untuk kaum milenial).
  • Memperluas akses untuk mendapatkan pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan (Beasiswa dokter umum dan spesialis; Membangun rumah sakit; Beasiswa mahasiswa berprestasi sebesar Rp2 Juta/tahun; Mengurangi angka stunting
  • Mendorong percepatan pembangunan ekonomi berbasis potensi desa dan kawasan kecamatan di Ngada (Mendorong penguatan BUMDES di Ngada; Mengalokasikan anggaran untuk memodernisasi pertanian; memperkuat peran PPL agar ada bersama tani di desa
  • Membangun infrastruktur wilayah untuk mengatasi kesenjangan di Kabupaten Ngada, meretas isolai, dan mendorong stimulasi pertumbuhan ekonomi (Membangun jalan-jalan ke kantong produksi sebaik mungkin; Membangun infrastruktur pengairan, irigasi, embung, dan waduk untuk pemanfaatan lahan kering; Membangun lumbung air dan hibah air ke desa-desa yang sama sekali tidak punya sumber air.
  • Memastikan reformasi pelayanan birokrasi dan pemerintahan yang cepat dan murah kepada masyarakat melalui pola rekruitmen terbuka bagi para ASN.
  • Melestarikan SDA (Reboisasi untuk meningkatkan debit air; Pembangunan fisik harus diawali dengan rekomendasi dari DLH; Menjaga biota laut).

5. HEBAT

Visi: Terwujudnya Kabupaten Ngada yang Maju, Sejahtera Berlandaskan Budaya dan Teknologi

Misi:

  • Ekonomi (Pertanian: Mengurus pertanian tanaman pangan, hortikultura dari hulu ke hilir; Sarana prasarana pertanian; Penguatan kelembagaan dan sumber daya pertanian; Peningkatan produksi dan produktivitas, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. UMKM dan koperasi: Penumbuhan dan penguatan pelaku UMKM dan koperasi: Kerja sama dan pertukaran tenaga kerja muda; Bantuan modal usaha).
  • Pariwisata (Penguatan destinasi wisata; Meningkatkan SDM dan usaha pariwisata itu sendiri).
  • Pendidikan (Membangun gedung sekolah dan rumah guru; Memberi beasiswa dari keluarga tidak mampu yang berprestasi; Memberi insentif tambahan bagi tenaga guru PNS di daerah terluar dan pengangkatan tenaga guru honorer dan sukarela menjadi tenaga honor daerah (Rp2 Juta/Bulan)).
  • Kesehatan (Membangun rumah sakit pratama; Beasiswa tenaga dokter umum dan spesialis; Pencegahan dan penanganan COVID – 19, DBD, dan lain-lain; JKMN Mandiri/Jaminan Kartu Ngada Sehat; Pengangkatan tenaga medis sukarela menjadi tenaga honorer daerah (Rp2,5 Juta/Bulan)).
  • Infrastruktur berwawasan lingkungan (Bantuan tenaga listrik surya bagi keluarga kurang mampu di pelosok; Penataan Kota Bajawa; Sarana dan prasarana teknologi pengolahan sampah; Pembukaan jalan ke kantong poduksi; Pembangunan jaringan irigasi dan embung).
  • Pelayanan sosial dan kemasyarakatan (Penguatan Bansos bagi fakir miskin, jompo, dan diabilitas dan jaring pengaman sosial COVID – 19; Perlindungan perempuan dan anak; Penguatan lembaga pedesaan; Bantuan pemeliharaan cagar budaya; Pengmbangan kesenian melalui even budaya; Bantuan bagi lembaga agama).
  • Pengelolaan pariwisata secara professional

Rusni/Silvano

TERKINI
BACA JUGA