Maumere, Ekorantt.com – Program Studi Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere meraih akreditasi unggul. Hal ini mengacu pada keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen dan Akuntansi (LAMEMBA).
Rektor Universitas Nusa Nipa, Jonas K.G.D. Gobang menegaskan bahwa akreditasi Unggul ini bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan pengakuan akademik.
“Bahwa mutu pendidikan, tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kualitas lulusan kami telah memenuhi standar terbaik nasional yang ditetapkan oleh LAMEMBA,” kata Geri Gobang kepada Ekora NTT di Maumere pada Rabu, 6 Mei 2026.
Bagi Universitas Nusa Nipa, kata dia, capaian ini memiliki makna yang sangat strategis. Hal ini menegaskan bahwa perguruan tinggi di Flores dan Nusa Tenggara Timur juga mampu berdiri sejajar dalam peta pendidikan tinggi nasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kualitas tidak hanya lahir dari pusat-pusat besar pendidikan di kota metropolitan, tetapi juga dapat tumbuh dari daerah, dari kampus yang memiliki komitmen kuat terhadap transformasi masyarakat,” ujar Geri Gobang.
Menurutnya, akreditasi Unggul adalah hasil dari proses panjang yang dibangun bertahun-tahun melalui budaya mutu yang konsisten. Kampus melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari kurikulum berbasis kebutuhan zaman dan dunia industri, penguatan kualitas dosen, peningkatan penelitian dan publikasi ilmiah, penguatan kerja sama, digitalisasi tata kelola, hingga peningkatan layanan mahasiswa dan alumni.
“Yang paling penting sebenarnya adalah membangun kesadaran kolektif bahwa mutu adalah tanggung jawab bersama. Jadi perjuangan ini bukan hanya kerja tim akreditasi, tetapi kerja seluruh ekosistem kampus: yayasan, pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para mitra.”
Mutu yang Berkelanjutan
Geri Gobang menuturkan, akreditasi unggul lahir dari upaya kampus membangun budaya mutu yang berkelanjutan. “Kami tidak bekerja hanya menjelang asesmen, tetapi menata sistem secara konsisten dan terukur.”
Ia menuturkan, ada beberapa pendekatan penting yang dilakukan. Pertama, penguatan tata kelola berbasis data dan evaluasi berkelanjutan. Semua keputusan akademik harus berbasis evidence dan kebutuhan riil.
Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kampus mendorong dosen untuk terus berkembang melalui studi lanjut, penelitian, sertifikasi kompetensi, publikasi ilmiah, dan jejaring akademik.
Ketiga, kurikulum yang relevan dengan tantangan zaman. Dunia manajemen saat ini, kata Geri Gobang, berubah sangat cepat karena digitalisasi, ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan perubahan pasar kerja.
“Karena itu kami menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan inovasi.”
Keempat, penguatan kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, pemerintah, dan komunitas. “Kami percaya kampus tidak boleh berjalan sendiri. Kampus harus hadir dan terhubung dengan realitas masyarakat,” jelas Geri Gobang.
“Dan yang tidak kalah penting adalah membangun karakter. Universitas Nusa Nipa ingin menghasilkan lulusan yang cerdas sekaligus beretika, karena kompetensi tanpa integritas akan kehilangan makna.”
Proses akreditasi tak berjalan mulus. Salah satu tantangan yang dihadapi yakni lokasi perguruan tinggi di wilayah kepulauan dan bukan berada di pusat pendidikan nasional. “Kami menghadapi keterbatasan tertentu, baik dari sisi akses, sumber daya, maupun kompetisi yang semakin ketat.”
Selain itu, kata Geri Gobang, standar akreditasi juga semakin kompleks dan menuntut perguruan tinggi untuk benar-benar adaptif terhadap perubahan global.
“Kampus tidak cukup hanya menjalankan pendidikan secara konvensional, tetapi harus mampu menunjukkan dampak nyata terhadap mahasiswa, masyarakat, dunia kerja, dan pembangunan daerah.”
Tantangan lainnya adalah perubahan cepat dalam dunia manajemen dan teknologi. Karena itu kampus harus terus bergerak, tidak boleh puas dengan capaian sekarang. Akreditasi menjadi titik awal untuk bekerja lebih keras lagi.
“Namun saya percaya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Justru dari daerah kita belajar tentang ketangguhan, kreativitas, dan keberanian untuk membuktikan kualitas,” tandasnya.
Kepercayaan Publik
Menurut Geri Gobang, akreditasi unggul mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap Universitas Nusa Nipa. Ini membuka peluang yang lebih luas untuk kerja sama nasional maupun internasional, penguatan jejaring akademik, peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta akses terhadap berbagai program pengembangan pendidikan tinggi.
Bagi mahasiswa dan lulusan, Geri Gobang melanjutkan, akreditasi Unggul memberikan nilai tambah yang sangat penting. Lulusan akan memiliki daya saing yang lebih kuat di dunia kerja maupun dalam melanjutkan studi. Kepercayaan dunia industri terhadap kualitas lulusan juga akan semakin meningkat.
“Kami ingin lulusan Universitas Nusa Nipa menjadi agen perubahan. Mereka bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi pemimpin, inovator, entrepreneur, dan penggerak pembangunan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.”













