Merauke, Ekorantt.com – Kampung Kweel, yang terletak di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, telah menjadi sorotan karena perannya sebagai kampung penyangga di sekitar kawasan konservasi CA. Bupul.
Selain itu, Kampung Kweel juga merupakan pusat Suku Yeinan yang tersebar di beberapa kampung, termasuk Kampung Erambu, Kampung Poo, Kampung Toray, Kampung Tanas, dan Kampung Bupul.
Setiap tahun, Kampung Kweel menjadi tuan rumah upacara adat, dengan rumah adat pusat terletak di sana.
Kampung Kweel memiliki potensi besar, terutama sebagai kawasan konservasi dan suaka alam, dengan Taman Nasional Wasur yang berdekatan. Namun, untuk mengoptimalkan potensi ini, pemerintah desa bersama Universitas Musamus Merauke berkolaborasi untuk menjadikan Kampung Kweel sebagai kampung percontohan mandiri pada tahun 2021.
Meskipun upaya ini telah dilakukan, terdapat tantangan dalam metode pelayanan dan tata kelola desa yang masih menggunakan pendekatan manual. Oleh karena itu, Universitas Musamus Merauke berinisiatif untuk menerapkan sistem e-Government di Kampung Kweel. E-Government diartikan sebagai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
Kepala Desa Kampung Kweel, Fabianus M. menyambut baik inisiatif ini dan melihatnya sebagai langkah maju untuk meningkatkan pelayanan publik dan menarik perhatian investor serta wisatawan.
“Penerapan e-Government akan membantu meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan akses informasi bagi masyarakat serta pihak lain yang tertarik berinvestasi di Kampung Kweel,” ujarnya.
Survei awal oleh tim pengabdian menunjukkan bahwa Kampung Kweel memiliki potensi besar untuk menjadi desa maju. Namun, perlu adanya sistem informasi berbasis teknologi untuk mendukung pelayanan publik dan penyebaran informasi potensi desa.
Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar mereka dapat memahami konsep e-Government dan manfaatnya.
Langkah-langkah pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat (PBM) mencakup sosialisasi program, rancang bangun e-Government, dan workshop serta pelatihan. Rencananya, pembangunan website Kampung Kweel akan memakan waktu 2-3 bulan, melibatkan persiapan alat dan bahan, pembuatan Diagram Alir Data (DAD) dan Data Flow Diagram (DFD), serta desain website dan basis data MySQL.
Diharapkan, melalui penerapan e-Government, Kampung Kweel dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan publik, meningkatkan transparansi informasi, dan menarik minat investor untuk berkontribusi pada pembangunan desa.













