Unika St. Paulus Ruteng Wisuda 1.304 Sarjana

Unika St. Paulus Ruteng telah melatih mahasiswa untuk berpikir sistematis, menguji hipotesis, dan tidak segan mengakui ketidaktahuan ketika dibutuhkan.

Ruteng, Ekorantt.com – Unika St. Paulus Ruteng mewisuda 1.304 sarjana di Aula Asumpta Katedral Ruteng, Jumat, 6 Desember 2025. Mereka berasal dari Fakultas Kesehatan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, serta Fakultas Teknik.

“Kalian harus menjadi generasi yang tidak mudah terbawa arus,” kata Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng (Yaspar), Pastor Ledobaldus Rolling Mujur dalam sambutannya.

Menurut dia, Unika St. Paulus Ruteng telah melatih mahasiswa untuk berpikir sistematis, menguji hipotesis, dan tidak segan mengakui ketidaktahuan ketika dibutuhkan.

Era sekarang kerap disebut era post-truth, kata dia. Di mana bukan hanya persoalan kebenaran yang kabur, tetapi juga disrupsi yang berlangsung sangat cepat. Situasi ini menuntut keberanian menciptakan solusi baru maupun menggabungkan berbagai disiplin ilmu.

“Inovasi bukan lagi pilihan, ia adalah keharusan untuk bertahan dan memimpin,” ucapnya.

Pastor Ledobaldus menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perubahan teknologi, iklim, geopolitik, dan nilai sosial.

“Yang tidak bisa beradaptasi akan tertinggal.”

Namun ia menegaskan, adaptasi bukan berarti mengikuti tren secara membabi buta, melainkan tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, integritas, dan kebenaran.

Ia menyebut para wisudawan sebagai generasi yang dipanggil untuk mengakhiri era post-truth, bukan sekadar menjadi korbannya.

“Kalian bukan generasi yang ‘terjebak’ di era post truth. Kalian justru adalah generasi yang dipanggil untuk mengakhirinya,” katanya.


“Hari ini, ijazah yang kalian terima bukan hanya selembar kertas. Ia adalah surat kepercayaan dari kami bahwa kalian telah siap membawa tiga kekuatan itu: kritis, inovatif, adaptif untuk memperbaiki dunia yang sedang sakit karena kehilangan kebenaran,” sambungnya.

Senada dengan Ketua Yaspar, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Pastor Agustinus Manfred Habur menilai tema wisuda tahun ini “Membangun Daya Kritis, Inovatif, dan Adaptif Gen-Z dalam Menghadapi Era Post-Truth” berbicara langsung tentang tantangan terbesar zaman.

Menurutnya, era post-truth ditandai oleh limpahan informasi, tetapi kebenaran sering kabur.

“Di mana opini dapat terdengar lebih lantang daripada fakta; narasi bisa lebih memikat daripada realitas,” ungkapnya.

Ia menyebut bangsa membutuhkan pribadi yang mampu berpikir jernih, membaca situasi dengan bijak, dan tetap teguh pada nilai kemanusiaan.

Karena itu, ia menyatakan kebanggaan terhadap lulusan Unika St. Paulus Ruteng yang telah dibentuk sebagai insan kritis yang mampu memilah informasi.

Para lulusan, katanya, juga diharapkan menjadi generasi inovatif yang berani menawarkan gagasan baru dan memecahkan persoalan nyata. Dunia kerja dan masyarakat, menurutnya, membutuhkan keberanian seperti itu.

Di tengah perubahan yang cepat, ia menegaskan bahwa sikap adaptif menjadi kunci.

“Adaptif bukan berarti kehilangan jati diri, tetapi menjadi pribadi yang fleksibel, terbuka, siap belajar, dan siap berubah tanpa harus melepaskan nilai-nilai yang kita yakini,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA