Ende, Ekorantt.com – Warga Dusun Rowombojo, Desa Romarea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, antusias memperbaiki saluran irigasi di Malaara yang jebol diterjang bencana longsor beberapa waktu lalu.
Warga khawatir lahan pertanian mereka terancam gagal panen musim ini bila tidak segera diperbaiki.
“Sekitar 15 meter saluran irigasi ini jebol sejak minggu lalu saat hujan lebat di wilayah Desa Romarea,” ujar Eduardus, salah satu petani di Ende pada Selasa, 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan, saat ini para petani sawah di Rowombojo sudah memasuki masa tanam periode satu.
Saluran irigasi tersebut, lanjutnya, merupakan satu satu akses untuk mengaliri air ke area persawahan warga di kampung itu.
Untuk mengantisipasinya warga melakukan perbaikan saluran irigasi tersebut secara swadaya.
“Hari ini kami lakukan perbaikan saluran secara swadaya. Saluran yang jebol itu kita gantikan menggunakan seng agar air bisa mengalir,” pungkasnya.
Hipolitus Tidadu mengaku khawatir akan keberlanjutan tanaman padi yang sudah ditanam di atas lahan miliknya seluas 14 are. Rusaknya infrastruktur pertanian ini membuat air tidak dapat mengalir ke area persawahan.
“Saya punya ini kan baru tanam kemarin. Kalau irigasi jebol ini pastinya air tidak mengalir. Bagaimana dengan kondisi tanaman kita,” keluhnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Ende bisa mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi saluran irigasi. Saluran tersebut harus dibangun secara permanen, kata dia.
“Ya saluran ini kita bangun dengan menggunakan seng nok kalau hujan lagi bisa rusak,” ucap Hipolitus.
Kepala Desa Romarea, Gabriel Sagho, membenarkan bencana longsor baru-baru ini merusaki saluran irigasi di wilayah Malaara Satu.
“Memang di wilayah kita ini seminggu terakhir hujan lebat yang mengakibatkan saluran irigasi untuk area persawahan jebol,” kata Gabriel.
Pemerintahan desa, kata dia, akan menyurati ke pemerintah kabupaten terkait dengan bencana yang terjadi di wilayah itu.












