Borong, Ekorantt.com – Badan Gerakan Nasional (BGN) menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Goreng Meni, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
BGN menyalurkan paket sembako berupa beras, telur, susu, mi, minyak goreng, biskuit, roti, ikan kering dan jenis bahan pokok lainnya.
Paket bantuan diserahkan oleh Korwil Manggarai Timur Damianus Divester Ramang, Korwil Manggarai Ansgariana Yetrin Indriyati, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Manggarai dan Manggarai Timur serta perwakilan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Manggarai dan Manggarai Timur di kantor desa setempat pada Senin, 26 Januari 2026.
BGN berkomitmen membantu warga yang terpaksa mengungsi akibat ancaman longsor susulan. Sebanyak 827 jiwa dari 227 kepala keluarga melakukan pengungsian di Kampung Rentung yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kepala Regional BGN NTT, Oswaldus Ngani berkata, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, BGN hadir untuk memberikan dukungan moral serta membantu meringankan beban para korban bencana.
Kehadiran BGN diharapkan dapat memberikan semangat dan rasa aman bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.
“Atas nama keluarga besar BGN, kami menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam kepada seluruh masyarakat Manggarai Timur yang terdampak bencana longsor,” ujar Ngani.
Ia mengaku hadir bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi bencana ini.
“Semangat kebersamaan dan solidaritas adalah kekuatan utama dalam melewati masa sulit seperti sekarang,” ujar Ngani.
Ia menuturkan keterlibatan BGN merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kemanusiaan serta komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, relawan, dan berbagai pihak terkait dalam upaya penanganan serta pemulihan pasca-bencana.
“BGN akan terus mendukung upaya kemanusiaan dan siap berkolaborasi dengan semua pihak agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” ucapnya.
Melalui aksi ini, ia berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam penanganan bencana serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Kepedulian dan solidaritas semua pihak menjadi kunci utama dalam membantu para korban melewati masa-masa sulit akibat bencana alam.”
Sekretaris Camat Lamba Leda, Rikardus Samin menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakatnya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Badan Gizi Nasional Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur dan berharap orang baik lain dapat membantu kami,” pungkasnya.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 itu setidaknya menelan tiga korban jiwa dan satu orang yang mengalami luka-luka.
Tumpukan material longsor tampak tebal dan memanjang sekitar lebih dari 200 meter. Batu, tanah, dan kayu tampak berpadatan.
Akibatnya, selain satu rumah yang tertimbun longsor, tiga rumah lainnya dilaporkan mengalami kerusakan.
Selian itu, area persawahan, kebun warga, tambak ikan, serta halaman depan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Meni juga turut ditimbun longsor.











