Ruteng, Ekorantt.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Manggarai, Maria Yasinta Aso menegaskan, anak harus dilibatkan sejak dini dalam proses pembangunan.
Menurut dia, keterlibatan anak dalam proses pembangunan bisa melalui ruang-ruang partisipasi yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Forum Anak harus terlibat dalam proses-proses pembangunan, khususnya kegiatan seperti Musrenbang dari desa hingga kabupaten guna memperjuangkan sekaligus promosi pemenuhan hak anak, sehingga semua pihak mampu terlibat untuk mempersiapkan penerus bangsa dan daerah yang berkualitas,” ujar Yasinta saat kegiatan Penguatan Kapasitas dan Pembentukan Forum Anak Kecamatan Ruteng, Rahong Utara dan Cibal di Aula Efata, Ruteng, pada Jumat, 30 Januari 2026.
Ia bilang, Forum Anak memiliki peran strategis. Dalam ketentuan peraturan perundang-undangan Forum Anak bisa sebagai pelopor dan pelapor dalam upaya perlindungan anak.
“Sehingga penguatan kapasitas menjadi langkah awal yang penting agar anak-anak mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab,” ujar Yasinta.
Ia menjelaskan, anak adalah generasi penerus bangsa yang hak-haknya harus dipastikan terpenuhi. Sedangkan, Forum Anak merupakan salah satu organisasi yang memperjuangkan pemenuhan haknya.
Forum Anak bukan sekadar organisasi, tetapi mitra pemerintah dalam menyampaikan suara dan kepentingan terbaik anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak semakin percaya diri, memiliki keberanian bersuara, serta memahami hak dan kewajiban mereka,” ujar Yasinta.
Kegiatan Penguatan Kapasitas dan Pembentukan Forum Anak Tiga Kecamatan merupakan hasil kerja sama antara DPPPA Kabupaten Manggarai dan Wahana Visi Indonesia Area Program Cluster Manggarai.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam menyuarakan aspirasi, memperjuangkan hak-hak anak, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Manggarai sebagai Kabupaten Layak Anak.
Manajer Wahana Visi Indonesia Area Program Manggarai, Ignatius Anggoro Suryo berkata, Forum Anak harus dijadikan sebagai circle yang baik dengan membawa semangat baru dan perubahan serta model dalam memperjuangkan pemenuhan 26 indikator Kabupaten Layak Anak.
Ia berharap Forum Anak menjadi salah satu lembaga terdepan untuk melakukan upaya pencegahan dan saluran untuk pelaporan kasus kekerasan yang terjadi pada anak.
“Sebagai Forum Anak harus berani menjadi pelopor dan pelapor khususnya berani melapor apabila terjadi kekerasan kepada orang yang dipercaya seperti orang tua, guru, perangkat desa/kecamatan, pastor paroki maupun langsung ke kepolisian dan Dinas PPPA,” tegas Anggoro.
Selama kegiatan berlangsung, peserta yang didampingi pendamping dari setiap sekolah, mendapatkan berbagai materi, antara lain penguatan peran dan fungsi Forum Anak, hak anak, pencegahan kekerasan terhadap anak, pelaporan kekerasan terhadap anak, pengenalan dan penghargaan terhadap diri sendiri, pencegahan perkawinan anak, pemahaman bahaya merokok, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan penanganan terorisme serta pengembangan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan.
Kegiatan dikemas secara partisipatif melalui diskusi dan simulasi.
Dengan adanya penguatan kapasitas dan pembentukan ini diharapkan anggota Forum Anak tiga kecamatan mampu melaksanakan tugas pelopor dan pelapor (2P).
Sebagai pelopor dengan berkontribusi aktif dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Sedangkan pelapor berarti aktif menyampaikan pandangan atau melaporkan jika melihat pelanggaran hak anak, menyuarakan aspirasi dengan menjadi sarana bagi anak untuk menyampaikan suara, pendapat, dan kebutuhan mereka dalam perencanaan pembangunan.
Kemudian sebagai konselor sebaya dengan memberikan dukungan, pemahaman, dan bantuan kepada teman sebaya dalam menghadapi permasalahan, seperti perundungan (bullying), perkawinan anak, anak korban kekerasan dan pemahaman bahaya merokok.
Selain itu, Forum Anak dijadikan sebagai sarana untuk pembinaan karakter dan kepemimpinan dengan membina keterampilan organisasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan sejak dini.












