Ruteng, Ekorantt.com – Realisasi pinjaman Kopdit Kopkardios selama tahun buku 2025 senilai Rp37.462.000.000, kurang Rp2 miliar lebih dari angka yang ditargetkan sebesar Rp40 miliar.
Ketua Pengurus Kopdit Kopkardios, Pastor Ardus Noveri mengatakan, jumlah anggota peminjam yakni 2.828 orang. “Jumlah tersebut dari banyak jenis pinjaman,” kata Pastor Ardus saat konferensi pers menjelang Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Ruteng pada Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menambahkan, beberapa jenis pinjaman yakni pinjaman produktif, pinjaman pendidikan, pinjaman kesejahteraan, pinjaman kesehatan, dan pinjaman investasi.
Manajer Kopdit Kopkardios Marlina Linung mengatakan, pencarian kredit kepada anggota melewati beberapa tahapan, mulai dari pengajuan kredit, survei lapangan, pencairan, hingga pendampingan setelah penyaluran kredit. Berbagai tahapan itu dilakukan agar mencegah kredit lalai di kemudian hari.
Ia mengatakan, anggota peminjam diberikan pemahaman bahwa pinjaman bukan sesuai dengan keinginan pribadi tetapi mengacu pada apa yang menjadi kebutuhannya.
“Karena itu, saat survei, kita turun langsung ke tempat usaha anggota peminjam untuk tahu apa yang dia butuhkan, seberapa mampu ia bisa mengangsur. Harus kita survei baik-baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran manajemen tidak hanya sampai pada pencairan kredit. Manajemen harus memastikan bahwa kredit yang disalurkan benar-benar sesuai dengan peruntukkannya.
Senada dengan itu, Sekretaris Pengawas Kopdit Kopkardios, Pastor Josy Erot mengatakan, Kopkardios rutin melakukan kunjungan dan pendampingan kepada anggota peminjam. “Pendekatan yang dilakukan selama ini persuasif dan berdasarkan asas kekeluargaan.”
Mengingat semua anggota punya hak untuk meminjam, kata Pastor Josy, seorang anggota harus benar-benar menjaga kepercayaan dalam proses mengangsur pinjaman. Jangan sampai ia mengganggu roda usaha simpan pinjam.
“Karena koperasi ini adalah kumpulan dari orang-orang yang mempunyai kontribusi yang sama. Menyimpan uang, sehingga bagi yang meminjam, maka harus mengembalikan,” tutupnya.
Ia menggarisbawahi, usaha utama Kopkardios adalah simpan dan pinjam. Keduanya harus berjalan secara seimbang, tidak berat sebelah. Konsekuensi dari anggota yang meminjam, ya harus mengangsur.
Kendati begitu, pengelola koperasi mesti memberikan pendidikan kepada anggota secara berkelanjutan. “Koperasi kredit dimulai, dikembangkan, dan dikontrol melalui pendidikan.”












