Maumere, Ekorantt.com – Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere melaksanakan kegiatan Study Tour dan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Bertema “Dari Kearifan Lokal Menuju Desa Wisata: Peran Hukum Adat dalam Perlindungan dan Pengelolaan Potensi Wisata Masyarakat Desa Langir,” kegiatan tersebut berlangsung di Bukit Koli Dogon, Desa Langir, Kecamatan Kangae.
PKM menjadi ruang edukasi, diskusi, dan kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Hukum Unipa Maumere bersama masyarakat dalam melihat potensi wisata berbasis kearifan lokal serta peran hukum adat dalam perlindungan dan pengelolaannya.
Hendrika Mayora Victoria selaku fasilitator kegiatan menyebut, pengabdian masyarakat bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang membangun komunikasi, berbagi pengalaman, dan menciptakan hubungan yang harmonis antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai budaya, adat istiadat, serta mengembangkan potensi wisata desa secara berkelanjutan,” kata Mayora.
Kegiatan dimulai dengan pemutaran film dokumenter desa wisata, penyampaian materi oleh para pemateri, hingga sesi diskusi bersama masyarakat mengenai pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal.
Pembicara pertama dalam sesi diskusi, Patrisia Blaan, menyampaikan materi tentang pariwisata dan pariwisata berbasis adat sebagai peluang pembangunan ekonomi masyarakat Desa Langir.
“Potensi alam, budaya, tradisi, serta nilai-nilai lokal yang dimiliki masyarakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa wisata,” jelas dia.
Selanjutnya, Elisabeth Avrilia membawakan materi mengenai dasar hukum pengaturan pariwisata berbasis adat serta tindakan-tindakan dalam konteks pariwisata yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Ia menjelaskan pentingnya pemahaman hukum agar pengembangan wisata tetap berjalan sesuai aturan dan mampu melindungi nilai adat masyarakat.
Pemateri ketiga, Rikardus Nong Bunga, memaparkan tentang pengembangan pariwisata berbasis adat melalui pengenalan berbagai potensi wisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sikka. Ia mendorong masyarakat agar mampu melihat potensi daerah sebagai aset yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Muhamad Alif menyampaikan materi mengenai pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam mengakomodasi peluang pariwisata di Desa Langir. Menurutnya, masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pengelolaan wisata melalui peningkatan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan mempromosikan potensi desa.
Apresiasi
Kepala Desa Langir memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan kegiatan PKM Fakultas Hukum Unipa Maumere tersebut.
Menurutnya, apa yang dilakukan mahasiswa Unipa sangat bermanfaat karena membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya mengelola potensi desa secara baik.
Ia berharap Fakultas Hukum Unipa Maumere dapat menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin serta terus mendukung promosi Bukit Koli Dogon sebagai salah satu spot wisata organik berbasis masyarakat Desa Langir.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh masyarakat sekitar Bukit Koli Dogon. Yohanes Asmani, salah satu warga setempat, menyebut kegiatan itu memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat tentang pentingnya memahami pariwisata berbasis hukum adat. Ia menilai masyarakat perlu memiliki kesadaran bahwa potensi alam dan budaya yang dimiliki merupakan aset yang harus dijaga dan dikembangkan bersama.
Ia juga mengapresiasi pemutaran film dokumenter desa wisata yang memberikan inspirasi mengenai pengelolaan wisata berbasis masyarakat di Flores, khususnya Kabupaten Sikka.
Hal senada disampaikan oleh Maria Petra, warga Desa Langir. Ia mengatakan, masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan Bukit Koli Dogon sebagai salah satu potensi wisata yang memiliki nilai budaya.
Menurutnya, pengembangan Koli Dogon tidak hanya berkaitan dengan keindahan alam, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk lokal seperti kain tenun ikat sebagai bagian dari identitas budaya dan kreativitas masyarakat desa.
“Kami berharap tempat ini tetap dijaga dan dikembangkan. Selain menjadi tempat wisata, Koli Dogon juga bisa menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya serta meningkatkan ekonomi masyarakat melalui hasil karya lokal,” ujarnya.
Melalui kegiatan Study Tour dan PKM ini, Fakultas Hukum Unipa Maumere menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu hukum, khususnya dalam perlindungan hukum adat, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.













