Keuskupan Maumere Jadi Tuan Rumah Nusra Youth Day 3

Uskup Maumere, Mgr. Martinus Ewaldus Sedu menyebut perhelatan akbar trienial ini merupakan bentuk kepercayaan para Uskup se-Nusra terhadap keuskupan yang baru berumur 21 tahun ini.

Maumere, Ekorantt.com – Keuskupan Maumere menjadi tuan rumah dalam acara akbar Orang Muda Katolik (OMK) dari sembilan keuskupan se-Nusa Tenggara dan Bali, Nusra Youth Day 3 yang akan berlangsung pada 2-5 Juli 2026 mendatang.

Uskup Maumere, Mgr. Martinus Ewaldus Sedu menyebut perhelatan akbar trienial ini merupakan bentuk kepercayaan para Uskup se-Nusra terhadap keuskupan yang baru berumur 21 tahun ini.

“NYD 3 mengungkapkan bahwa kita diberi kepercayaan dan dianggap mampu untuk menyelenggarakannya. Meskipun keuskupan muda, kita dianggap mampu, dilihat dari sumber daya manusia, finansial, dan iman umat itu sendiri,” kata Mgr. Ewaldus.

Kepercayaan tersebut menunjukkan adanya pengakuan akan kematangan iman umat di keuskupan Maumere. Selain itu, juga menjadi momen merayakan satu abad pendidikan calon imam di Flores yang dimulai dengan dibukanya seminari menengah di Lela pada 1926 yang dilanjutkan seminari menengah di Mataloko pada1929.

Momen NYD, bagi Uskup Ewal, menjadi tanda kehadiran gereja dalam mendampingi kaum muda agar tumbuh menjadi pribadi dewasa. OMK adalah kelompok strategis yang menjadi tulang punggung keberlanjutan Gereja, kata dia.

“Ini adalah kesempatan bagi orang muda untuk belajar bersama sebagai satu kelompok, sebagai Gereja yang berjalan bersama ke depan. Saya yakin umat Katolik di Keuskupan Maumere pasti akan menyambut ini dengan penuh kegembiraan,” kata dia.

Uskup Ewal mengajak umat Keuskupan Maumere untuk mendukung acara tersebut. “Mari kita dukung mereka. Kalau mereka haus, beri mereka minum; kalau lapar, beri mereka makan. Tampilkan bahwa kita orang Maumere menghargai sesama.”

Ia berharap agar event besar ini dapat berdampak pada ekonomi masyarakat di Maumere.

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Maumere, RD. Aleksius Luna mengatakan perhelatan khusus orang muda Katolik ini dilakukan karena untuk membangun bangsa dan gereja, seluruh stakeholder perlu dilibatkan, termasuk orang muda.

“Kami yakin dan percaya, untuk membangun bangsa ini orang muda tidak berjalan sendirian sehingga kemajuan bangsa dan gereja bisa tercapai,” kara Romo Aleksius.

Jelas dia, acara bertema “Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja,” ini dihadiri oleh 835 orang muda.

Rinciannya, Keuskupan Labuan Bajo 33 orang, Keuskupan Ruteng 54 orang, Keuskupan Agung Ende 94 orang, Keuskupan Larantuka 75 orang, Keuskupan Atambua 28 orang, Keuskupan Waetabula 32 orang, dan Keuskupan Denpasar 28 orang.

Sementara itu, Ketua Panitia NYD 3, Alvin Parera, menjelaskan keseluruhan kegiatan tidak hanya bersifat rohani, tetapi juga sosial dan budaya. Kegiatan tersebut juga akan memberi dampak ekonomi kepada warga baik secara tidak langsung, maupun secara langsung dengan melibatkan UMKM di beberapa agenda terbuka.

Terdapat ziarah, seminar dengan narasumber Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, Romo Patris Alegro, dan Romo Pascal, serta Ngobrol Pintar dengan para uskup dari setiap keuskupan.

TERKINI
BACA JUGA