Maumere, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air memberikan pendidikan dan latihan (Diklat) penguatan kapasitas pengelola produk dan layanan Kopdit Pintu Air bagi pengelola Koperasi Sektor Riil (KSR).
Diklat berlangsung di Aula Sumur Yakob Gedung Kopdit Pintu Air di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT, Senin, 29 Juni 2026.
Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air sekaligus Komisaris Utama Koperasi Sektor Riil (KSR), Yakobus Jano mengajak para pengelolanya agar sungguh-sungguh mencintai pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
Menurut Jano, orang yang mencintai pekerjaan tentu saja bekerja dengan hati yang tulus. Dia bekerja menghasilkan sesuatu tanpa harus ada perintah atasan.
“Jangan berkecil hati bila hari ini dari sektormu belum dapat memberikan kontribusi kepada indukmu Kopdit Pintu Air,” kata Jano.
Di hadapan para peserta; manajer, Kabag Keuangan serta beberapa staf dari sektor riil, Jano memberikan penekanan pentingnya mengendalikan unit kerja masing-masing agar meraih pendapatan yang besar dalam rangka mendukung Pintu Air sebagai induknya.
Ia berharap para manajer yang telah dipercaya menduduki jabatannya mulai berinovasi. Mereka harus bisa membentuk tim kecil di setiap unit kerja guna mengembangkan dan meningkatkan kinerja.
Jano berharap KSR ke depannya harus dapat mandiri sekaligus memberikan kontribusi bagi induk semangnya Kopdit Pintu Air.
“Tidak lagi berharap mendapat suntikan dana dari lembaga induk, alias menjadi beban tambahan.”
Jano menambahkan, dalam sejarahnya Kopdit Pintu Air hanya dimulai oleh 50 orang perintis. Mereka optimistis dan tekun. Itu sebabnya, Kopdit Pintu Air tumbuh menjadi besar hingga saat ini.
General Manajemen Kopdit Pintu Air, Gabriel Pito Sorowutun menegaskan, KSR yang tidak produktif atau yang terus-menerus menyumbang neraca minus akan dievaluasi dan ditutup.
”Bila KSR ini adalah cabang yang pokok induk pohonnya Kopdit Pintu Air maka KSR harus dikelola dengan baik agar dapat menghasilkan pendapatan, bukan malah sebaliknya menjadi parasit yang secara perlahan membunuh induknya,” tegas Sorowutun.
“Ingat Alkitab tertulis ranting yang tidak menghasilkan akan dipotong dan dibuang lalu dibakar.”
Ia berharap melalui Bimtek ini ada pemahaman bersama dari semua pengelola KSR tentang mekanisme kerja dan produk layanan yang tengah dikembangkan oleh manajemen Kopdit Pintu Air.
“Tujuan lainnya ketika ada orang di luar sana menanyakan sesuatu tentang Pintu Air setidaknya mereka dapat menjawabnya,” kata Sorowutun.
Manajer Pintar Asia Beach, Stefanus Wona
menyampaikan terima kasih kepada pengurus yang telah mengagendakan kegiatan Bimtek.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi pertemuan pertama untuk menyamakan persepsi terkait hubungan KSR dengan induknya Kopdit Pintu Air.
Stefanus berharap ke depan kegiatan Bimtek tetap direncanakan, namun pelaksanaannya terpisah antara unit yang satu dengan lainnya.
“Sebab, masing-masing sektor usahanya berbeda biar lebih fokus sesuai obyek layanannya,” katanya.

