Ruteng, Ekorantt.com – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Sinar Ponggeok, Kabupaten Manggarai, Kerenza De Osstan Geavani Ato mewakili Kabupaten Manggarai dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada ajang Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 tingkat nasional yang berlangsung di Hotel Atria Serpong Tangerang, Provinsi Banten pada 7–10 Juli 2026.
Kerenza menjadi satu dari dua peserta asal NTT yang berhasil lolos ke tingkat nasional. Selain dia, satu siswi asal Kabupaten Lembata juga mewakili Provinsi NTT dalam ajang yang diselenggarakan Direktorat SMP, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala SMPK Sinar Ponggeok, Marselinus Ramut berkata, keberhasilan Kerenza merupakan prestasi luar biasa yang mengharumkan nama keluarga, sekolah, maupun kabupaten dan provinsi.
“Perjalanan Kerenza hingga menjadi finalis nasional merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan lahir dari proses panjang serta kerja keras,” kata Marsel.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut diraih melalui serangkaian tahapan seleksi yang menuntut kemampuan peserta membuat video pembelajaran, mengampanyekan literasi dan numerasi kepada teman sebaya, menunjukkan jiwa kepemimpinan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah.
Karena itu, SMPK Sinar Ponggeok memberikan dukungan penuh sejak awal proses seleksi.
Marselinus berujar, sekolah menyediakan Chromebook, akses internet, pendampingan administrasi hingga bantuan dalam proses pengambilan video sebagai bagian dari penilaian. Pendampingan teknis dilakukan oleh operator sekolah Yuvens Pamput.
“Sekolah berusaha memenuhi seluruh kebutuhan Kerenza agar dapat mengikuti setiap tahapan seleksi dengan maksimal,” katanya.
Marselinus menilai, program Bintang Sobat SMP merupakan wadah strategis untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta memperluas jejaring antarpelajar dari seluruh Indonesia melalui pembelajaran berbasis digital.
Pengalaman yang diperoleh peserta tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa lain agar berani mengikuti kompetisi serupa pada tahun-tahun mendatang.
“Kami berharap akan lahir Kerenza-Kerenza baru dari SMPK Sinar Ponggeok pada masa mendatang,” ungkapnya.
Dalam pertemuan bersama para pendamping dari 36 provinsi dan panitia Direktorat SMP, lanjut Marsel, seluruh peserta sepakat bahwa program Bintang Sobat SMP perlu semakin diperkenalkan kepada sekolah-sekolah, khususnya di daerah, karena masih banyak satuan pendidikan yang belum mengetahui adanya program tersebut.
Untuk ajang tahun ini, SMPK Sinar Ponggeok menargetkan Kerenza mampu menembus empat besar dari total 76 finalis nasional.
“Kami optimistis Kerenza mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama NTT,” tegasnya.
Marselinus juga mengajak seluruh pelajar untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
“Tidak ada yang mustahil jika kita terus belajar dan berusaha,” pesannya.
Sementara orangtua Kerenza Konstantinus Kador, mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian putrinya yang berhasil mewakili NTT di tingkat nasional.
“Kami bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Kerenza hingga mencapai titik ini,” ujarnya.
Menurut Konstantinus, keberhasilan buah hatinya tidak diraih secara instan, melainkan melalui konsistensi, disiplin, serta semangat belajar yang tinggi. Sejak kecil, Kerenza telah menunjukkan minat dalam kepemimpinan, kreativitas, organisasi, dan berbagai kegiatan sekolah.
Sejauh pengelihatannya, Kerenza aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, seperti SEKAMI, pembelajaran di aplikasi Ruangguru sejak kelas II SD, bergabung dalam Komunitas Kata Pelajar Indonesia pada Divisi Public Relation, menjadi Finalis Duta Pelajar Indonesia 2025, dan kini dipercaya sebagai Ketua OSIS SMPK Sinar Ponggeok.
“Kerenza membuktikan bahwa pelajar dari pelosok juga mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Selama proses persiapan, keluarga memberikan dukungan melalui doa, pendampingan, diskusi, penyediaan fasilitas belajar, pengawasan penggunaan media sosial, menjaga pola makan, waktu istirahat, serta kesehatan mental.
Kostan mengungkapkan, putrinya memiliki kemampuan mengatur waktu dengan baik. Selain bersekolah, Kerenza membantu orangtua menjaga kios, mengikuti les Bahasa Inggris secara daring, aktif dalam komunitas pelajar, dan tetap konsisten meningkatkan kapasitas dirinya secara mandiri.
“Kerenza memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan terbiasa belajar secara otodidak dalam berbagai situasi,” jelasnya.
Ayah dari empat orang anak itu juga menilai berbagai pengalaman tersebut telah membentuk karakter putrinya menjadi lebih mandiri, disiplin, percaya diri, dan mampu beradaptasi dengan baik.
Bagi keluarga, keikutsertaan Kerenza pada ajang nasional menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa proses panjang tidak pernah mengkhianati hasil. Mereka berharap pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kepada teman-teman sebaya serta menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya.
“Kami berharap Kerenza terus berkembang secara emosional, intelektual, dan spiritual sehingga mampu menjadi teladan bagi generasinya,” ujarnya.
Bintang Sobat SMP merupakan program apresiasi dan pendampingan dari Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang bertujuan menjaring murid inspiratif dari seluruh Indonesia.
Program ini mempersiapkan peserta menjadi role model atau panutan sekaligus influencer positif bagi teman sebaya dalam menyebarkan informasi pendidikan serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.
Bintang Sobat SMP memiliki tiga fokus utama, yakni menghadirkan murid yang berkarakter, berprestasi, dan mampu menjadi teladan bagi teman sebaya, membangun ekosistem informasi yang sehat melalui budaya digital positif di sekolah dan ruang digital, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang ramah, inklusif, aman, nyaman, dan bebas dari perundungan maupun segala bentuk kekerasan.













