Bajawa, Ekorantt.com – Kabupaten Ngada mendapatkan alokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 1.235 hektar yang tersebar di beberapa desa tahun 2026.
Cetak Sawah Rakyat merupakan program strategis pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) yang diklaim menjamin ketersediaan pangan bagi rakyat Indonesia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Fabianus Sebastianus Pesek mengatakan, tujuan dari program ini yakni mencegah penurunan hasil produksi padi serta untuk mewujudkan swasembada pangan.
Program Cetak Sawah Rakyat dinilai selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Ngada yakni Terwujudnya Ngada yang Unggul, Mandiri dan Berbudaya. Visi ini berbasis pada pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas serta sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Percetakan sawah itu akan dilaksanakan pada tahun 2026 dengan sasaran 15 desa yang ada di Kabupaten Ngada,” kata Fabianus saat melaporkan hasil survei investigasi dan desain CSR di aula kantor Pertanian dan Ketahanan Pangan Ngada pada Rabu, 29 Juli 2026.
Program CSR menyasar Desa Libunio dan Mengeruda di Kecamatan So’a, Desa Pape di Kecamatan Bajawa, Desa Uluwae 2, Genamere I, dan Inegena di Kecamatan Bajawa Utara.
Selanjutnya, Kecamatan Golewa di Desa Sangadeto, Kecamatan Golewa Barat di Kelurahan Mangulewa, Desa Sobo I dan Desa Sobo 2, Kecamatan Wolomeze di Desa Wue, Kecamatan Riung di Desa Lengkosambi Timur dan Desa Latung.
Terakhir wilayah Kecamatan Riung Barat menyasar di Desa Wolomeze dan Desa Kembang.
Fabianus menuturkan, sebagian besar wilayah sasaran program masih memiliki potensi percetakan sawah. “Lokasi yang belum mendapatkan sasaran, kita akan usulkan percetakan sawah rakyat pada tahun 2027 mendatang.”
Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menegaskan program CSR merupakan salah satu program strategis nasional yang dicanangkan pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Program ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian kembali ditetapkan menjadi sektor yang sangat menentukan kemandirian bangsa,” ujar Bernadinus.
Pemerintah Kabupaten Ngada, kata dia, mendukung dan menyambung positif dengan hadirnya program itu. Ia optimis pendapatan dan perekonomian masyarakat khususnya petani bisa meningkat di masa mendatang.
“Program ini juga ikut meningkatkan perekonomian petani kita di daerah,” klaim Bernadinus.
Ia berharap pelaksanaan program CSR juga harus melalui perencanaan yang matang, salah satunya harus memiliki data calon lahan. Selanjutnya perlu ada pendampingan kepada para penerima manfaat demi mencegah kegagalan program.













