Mbay, Ekorantt.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Nagekeo bersama Bank NTT Cabang Mbay memberi edukasi keuangan jalur kredit usaha rakyat (KUR) kepada pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hotel Sasandi Mbay, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay, Mikael Johanis, mengatakan pihaknya menyediakan dana KUR sebesar Rp15,2 miliar. Sejak pertengahan Juni 2026, dana KUR yang telah disalurkan sebesar Rp1,7 miliar atau 10 persen.
“KUR ini bukan bansos tetapi pinjaman yang harus dikembalikan oleh peminjam,” tutur Mikael.
Ia menambahkan kredit usaha rakyat ini menyasar para pengusaha UMKM. Artinya masyarakat yang mempunyai usaha, baik dari sektor pertanian, peternakan, nelayan, dan jenis usaha lainnya.
Syarat peminjam mencakup data identitas seperti fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pasangan suami istri dan fotokopi Kartu Keluarga. Bagi yang belum berkeluarga hanya fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.
Mikael menyebutkan terdapat dua segmen KUR yakni segmen mikro dengan plafon pinjaman di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta. Bunga pinjaman sebesar 6 persen per tahun dalam jangka waktu selama tiga tahun
Sementara pada segmen kedua yakni jalur KUR kecil dengan plafon pinjaman Rp100 juta hingga Rp500 juta.
“Kalau di atas 500 juta harus ada jaminan seperti sertifikat tanah maupun simpanan,” ujar dia.
Selanjutnya bagi pekerja migran bisa mengajukan pinjaman sebesar Rp100 juta dengan syarat paling kurang telah terdata dalam sistem pekerja migran Indonesia.
“Dan juga harus terdaftar dalam lembaga atau perusahaan perekrut kerja yang legal,” kata Mikael.
Mewakili Ketua DPD Golkar Nagekeo, Roby Tulus, Ketua Pengurus Harian DPD Golkar Nagekeo Yohanes Gore menuturkan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan membantu pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan di Bank NTT.
Ia mengatakan, Partai Golkar menaruh perhatian terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tengah tekanan pola pinjaman secara ilegal yang semakin marak ini.
“Golkar bertugas memfasilitasi antara pelaku UMKM dan pihak Bank NTT untuk mengakses dana KUR. Program KUR Bank NTT ini belum diketahui secara masif ke masyarakat. Ini program pemerintah yang sedianya membantu pelaku usaha,” ujar Yohanes.
Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi ini membantu para pelaku usaha yang berencana mengembangkan usaha produktif.
“Kita mendorong pelaku usaha terlibat dan memanfaatkan KUR sebagai modal dalam mengembangkan usaha,” tandasnya.













