Ende, Ekorantt.com – Sebanyak 65 unit fasilitas pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Ende mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Kerusakan tersebut bervariasi mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat.
“Rusak ringan sebanyak enam sekolah, rusak sedang 24 sekolah dan rusak berat sebanyak 12 sekolah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Ende, Venantius Minggu pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, kata dia, telah mengeluarkan instruksi tentang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (belajar dari rumah) bagi peserta didik akibat kedaruratan gempa bumi.
Kebijakan tersebut berlaku selama 10 hari sejak 18-28 Agustus 2026 dan berlaku untuk semua jenjang pendidikan dari TK, SD dan SMP. “Ini bukan libur tetapi belajar dari rumah,” ujar Venan
Sementara guru dan kepala sekolah tetap berada di sekolah.
Selama KBM dari rumah, guru wajib memberikan penugasan, materi dan evaluasi melalui daring jika memungkinkan.
Selama pembelajaran di rumah, Venan meminta agar para orangtua untuk melakukan pendamping kepada para peserta didik.
Venan berkata, pihak sekolah dilarang untuk mengadakan kegiatan yang mengumpulkan peserta didik selama masa bencana.
Ia juga mengimbau agar kepada semua peserta didik dan orangtua untuk tetap hati-hati dan waspada terhadap gempa susulan.
Berdasarkan pantauan media hingga Rabu, 19 Agustus 2026 guncangan gempa masih dirasakan di Kabupaten Ende.













