Masa Tanggap Darurat Gempa Flores Berakhir, Ende Masuk Tahap Transisi untuk Pemulihan

Dalam masa transisi menuju pemulihan, Pemkab Ende fokus melakukan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa bumi, kata Yosef.

Ende, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Ende mengakhiri masa tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi pada Sabtu, 12 September 2026. Saat ini, pemerintah beralih menuju masa transisi untuk pemulihan.

“Kita putuskan tidak perpanjang masa tanggap darurat, kita masuk dalam tahap transisi untuk pemulihan,” kata Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda dalam rapat evaluasi tanggap darurat, Sabtu malam.

Masa transisi menuju pemulihan  berlangsung selama 60 hari, terhitung sejak 13 September hingga 13 November 2026.

Kebijakan tersebut diambil dengan melihat situasi dan kondisi masyarakat yang sudah kembali pulih, termasuk aktivitas di sektor pendidikan dan kesehatan.

Dalam masa transisi menuju pemulihan, Pemkab Ende fokus melakukan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa bumi, kata Yosef.

Proses verifikasi dilakukan dua tahap yakni tahap pertama sebanyak 7.030 rumah dan tahap kedua sebanyak 4.377. Bupati Yosef menargetkan proses verifikasi tahap pertama rampung pada Rabu, 16 September 2026.

“Ya, ini sekarang lagi didata semuanya agar bisa cepat dan bisa segera dibangun huntara (hunian sementara) dulu. Jadi setelah itu baru dibangun huntap (hunian tetap) bagi warga yang mengalami rusak berat,” tutur dia.

Untuk mempercepat proses verifikasi, Pemkab Ende menerjunkan sebanyak 30 petugas ke seluruh kecamatan. Ia mengaku proses verifikasi di Ende terkesan lama.

Hal ini terlihat dari data verifikasi tahap pertama baru mencapai 24,35 persen atau sebanyak 1.712 rumah dari 7.030 rumah yang ditargetkan. Dari 21 kecamatan, sebanyak enam kecamatan yang persentase verifikasi masih 0 persen.

Menurutnya, keterlambatan terjadi karena kondisi topografi wilayah Kabupaten Ende sulit dijangkau. “Ya, memang banyak hal ya, yang buat hambat ini karena ini kita juga daerahnya di gunung-gunung semua. Jadi itu petugas yang datang ke sana untuk lakukan apa pemantauan juga agak berat gitu ya,” kata Yosef.

Meski terdapat banyak hambatan, pemerintah berkomitmen proses verifikasi diselesaikan pada pekan ini. “Tapi kita harapkan, target bahwa sebelum Rabu ini sudah beres. Sebelum Rabu ini sudah selesai.”

“Makanya kita harus kejar dulu yang tahap satu. Kalau sudah selesai baru kita mulai ke tahap duanya,” tambahnya.

Gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu menyebabkan 11.407 rumah di Ende rusak. Dari angka ini, kerusakan ringan 7.982 unit, rusak sedang sebanyak 2.085, dan rusak berat sebanyak 1.430 unit.

Sementara itu, fasilitas kesehatan yang rusak sebanyak  57 unit, dengan tingkat kerusakan ringan 47 unit, rusak sedang tujuh unit, dan rusak berat sebanyak tiga unit. Untuk fasilitas umum rusak ringan dua unit dan rusak berat dua unit.

“Kantor pemerintah yang rusak sebanyak 104 unit dengan kategori rusak ringan 58 unit, sedang 28 unit, berat 17 unit,” ujar Kepala BPBD Ende, Marselus Meta dalam laporannya.

Selanjutnya, rumah ibadah yang rusak sebanyak 94 unit, dengan rincian rusak ringan 51 unit, sedang 21 unit, dan rusak berat 22 unit.

Sementara fasilitas pendidikan yang terdampak yakni 190 unit dengan kategori rusak ringan 84 unit , sedang 72 unit, dan berat 34 unit.

Tak hanya meluluhlantakkan bangunan, gempa Flores juga menyebabkan tiga warga Ende meninggal dunia,  21 orang luka berat, dan 78 orang luka ringan.

TERKINI
BACA JUGA