Kota Sau dan Kota Rowido, Kampung Literasi Pertama di Flotim

Larantuka, Ekorantt.com – Kota Sau dan Kota Rowido dicanangkan sebagai Kampung Literasi pertama di Kabupaten Flores Timur. Pencanangan kampung literasi ini tidak terlepas dari kehadiran Simpasio Institute, lembaga arsip dan kajian budaya, yang didirikan di Larantuka pada tahun 2016.

Simpasio Institute memiliki beberapa divisi. Salah satu divisinya yakni pengembangan perpustakaan dan taman baca. Nama taman bacanya, Serambi Pustaka.

Pada 23 Juli 2016, Taman Baca Serambi Pustaka memulai kegiatan mendongeng dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional. Sejak itu, secara kreatif taman baca ini melaksanakan berbagai kegiatan literasi, khususnya literasi baca tulis.

Kegiatan-kegiatan itu difasilitasi oleh tim kreatif yang terdiri dari orang-orang muda yang jatuh cinta padakerja-kerja kreatif. Bagi mereka kerja-kerja demikian sangat bermakna dan menyenangkan, baik bagi mereka sendiri maupun kelompok-kelompok yang dilayani.

Tanpa disadari, kerja-kerja tanpa pamrih itu telah melahirkan banyak kegiatan beragam dan menjangkau beragam kalangan. Kini Taman Baca Serambi Pustaka dibutuhkan dan dikenal masyarakat.

iklan

Kecanggihan teknologi informasi membuat semua kegiatan tim kreatif cepat menyebar dan tersebar secara meluas.

Apreasiasi dan proficiat datang dari berbagai kalangan yang tentunya semakin memotivasi tim kreatif untuk menggagaskan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan inovatif yang bermakna.

Tidak ketinggalan, kegiatan tim kreatif dipantau oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  Luar biasanya, institusi pemerintah ini mempercayakan SimpaSio Institute sebagai lembaga berbadan hukum untuk melaksanakan program Peningkatan Budaya Baca 2019 melalui kegiatan Kampung Literasi.

Pelaksana program Taman Baca Serambi Pustaka, Nona Eda Tukan, diundang sebagai peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung di Jogjakarta akhir Februari lalu .

Sekembalinya, Eda dari kegiatan Bimtek, serentak dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga dan Pemerintah Kelurahan Sarotari Tengah yang mencakup dua kampung yakni Kota Sau dan Kota Rowido.

Setelahnya, dilaksanakan sosialisasi program ke berbagai desa atau kelurahan dan sekolah-sekolah. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan melakukan roadshow dongeng dan lapak baca.

Selama sepuluh bulan terakhir , beragam kegiatan bermakna telah dilakukan dalam rangka mempersiapkan pencanangan Kampung Literasi.

Kegiatan-kegiatan itu antara lain mendirikan tiga pojok baca dengan pengadaan fasilitas meubel dan bacaan-bacaan dan bergai kegiatan literasi.

Digelar pula beberapa kali kemah sains, festivas Serwisu Berbuda,  dongeng anak- anak, literasi pangan lokal.

Terbaru, Simpasio Institute menyelenggarakan kemah budaya yang berlangsung selama tiga hari, 15-17 November 2019, dengan mengusung berbagai tema atau isu penting.

Pada kemah hari pertama, Simpasio Institute menghadirkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Flores Timur, dengan menggelar dialog kerukunan pemuda lintas agama dengan tema Pembauran dengan Jalan Damai.

Banyak kalangan memberi apresiasi terhadap pergumulan tema ini karena dinilai sebagai persoalan global.

Pada hari kedua kemah budaya ini, digelar panggung budaya yang didahului riset mini para peserta kemah tentang jejak budaya Melayu di kampung Kota Sau dan Kota Rowido.

Panggung budaya diberi bobot dengan kehadiran Vinsensia Orkestra yang selama ini fokus dengan lagu-lagu Melayu tradisional dan Condrad (CGV) musisi nasional asal Larantuka yang telaten memodifikasi musik-musik Melayu dengan lirik-lirik berbahasa Melayu-Larantuka.

Pada hari ketiga, puncak acaranya, dicanangkan Kampung Kota Sau dan Kota Rowido sebagai Kampung Literasi Kosaro Kelurahan Sarotari Tengah dengan semboyan, “Tiada hari tanpa belajar”.

Saat itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Flores Timur yang mewakili Bupati Flores Timur meresmikan kampung literasi Kota Sau dan Kota Rowido.

Hadir pula utusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Untung, M.Pd.

Tim Simpasio

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA