Ilustrasi (ngopibareng.id)

Larantuka, Ekorantt.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Flores Timur kewalahan mendistribusikan air minum ke sejumlah pelanggannya di kota Larantuka dan sekitarnya.

Dilansir dari florespos.co.id, sudah sejak Oktober distribusi air menurun drastis.

Menurut Direktur PDAM Flores Timur, Fransiskus Matias Carvalo kondisi ini terjadi karena debit air dari sumber mata air Lelo Matan di Desa Blepanawa dan Waidoko di Bama menurun drastis sampai 30-40 liter/detik dri normal 65 liter/detik.

Sementara itu di Waidoko tersisa 26-27 liter/detik dari normalnya 42 liter/detik. “Ini akibat dari musim kemarau selama beberapa bulan hingga akhir November 2019,” ujar Matias Carvalo.

Kondisi di lapangan saat ini, tenaga teknisi PDAM Flotim mesti menunggu air tertampung penuh di bak induk yang ada di dua sumber mata air tersebut selama lebih dari satu jam.

“Kami mesti menunggu air dari sumber mata air tertampung di bak penampung induk. Sumber mata air sangat kecil. Kami harus menunggu sampai air tertampung penuh lalu kami distribusikan ke bak penampung yang ada di kota, seperti di Balela, Lokea dan Sarotari. Itu pun air yang tertampung ketika didistribusikan hanya bisa sampai di wilayah Waibalun,” terangnya.

Meski dalam kondisi seperti ini, tambah Matias Carvalo, pihaknya tetap berupaya untuk mendistribusikan air untuk pelanggan secara maksimal agar pelanggan bisa mendapatkan pelayanan air bersih.

Karena itu, dia mengharapkan pengertian baik dari masyarakat pelanggan. PDAM Flotim tidak bisa berbuat banyak karena air yang dikelola untuk mendistribusikan kepada pelanggan di Kota Larantuka dan sekitarnya hanya dari sumber mata air Leto Matan dan Waidoko.

Yuven Making, Ito Kelen dan Wini Werang, warga kota Larantuka kepada Ekora NTT menjelaskan masalah air di Flotim memang sudah terjadi sejak beberapa tahun silam.

“Masalah air memang sudah terjadi dari beberapa tahun lalu pak, kami selain andalkan PDAM juga harus beli dari mobil pick up setiap hari. Musim kemarau panjang ini juga jadi faktor debit air berkurang”, kata Yuven Making.

Ito Kelen menambahkan selain pengaturan soal distribusi air, PDAM juga perlu menjadi motor penggerak kampanye untuk penanaman pohon di sejumlah titik mata air. Menurutnya ini penting untuk melindungi sumber-sumber mata air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here