Sarung Adat Nggela Flores saat dipamerkan pada Women International Club di JCC Senayan, Jakarta, pada Rabu (11/12/2019).

Ende, Ekorantt.com  –  Sarung Adat Nggela, Kabupaten Ende, Provinsi NTT menyita perhatian peserta pameran Women International Club di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019) lalu. Tidak hanya itu, sarung adat ini juga laku keras sepanjang pameran berlangsung.

Tatty Apriliyana, relawan ‘Nggela Kami Latu Innitiative’ saat dihubungi Ekora NTT, 13 Desember 2019 menjelaskan, kesempatan mengikuti pameran bertaraf internasional ini adalah sebuah kehormatan.

“Ini berkat dukungan keluarga besar Ende Lio di Jakarta. Banyak diminati oleh peserta. Kita orang Flores mesti bangga memiliki kekhasan budaya yang bernilai jual tinggi,” kata Tatty.

Menurutnya, seluruh sarung yang dipamerkan dalam Women International Club adalah hasil tenunan mama-mama di Nggela. 

Lanjut Tatty, sarung tenun Nggela sangatlah istimewa karena menggunakan metode ikat tanpa pola. Sebab, pola tenun hanya ada di kepala sang penenun itu, sehingga pola yang akan dibuat sudah ditentukan sejak mama-mama penenun mencelupkan benang ke pewarna.

Tak heran, banyak yang sangat menggemari hasil tenun Nggela selama pameran.

“Dua bulan lalu mama An (Willemijn de Jong de Jong) dan Adra dari relawan ‘Nggela Kami Latu Intiative’  turun ke Nggela untuk beli sarung dan selendang. Terus dijual di pameran. Hasil dari penjualan tenunan ini akan diperuntukkan pembangunan rumah adat Nggela yang terbakar tahun 2018 silam,” ujar Tatty.

Sarung Nggela bisa masuk dalam pameran berskala internasional berkat dukungan jaringan seorang antropolog asal Swiss bernama Willemijn de Jong de Jong. Willemijn adalah seorang peneliti budaya Nggela Flores.

Stand milik Nggela Kami Latu Intiative di pameran Women International Club di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019)

Tatty menambahkan, semua hasil penjualan tenunan Nggela digunakan untuk membangun kembali 22 rumah adat Nggela sempat terbakar pada tahun 2018.

“Saat ini masih ada delapan rumah lagi yang belum dibangun,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here