Seorang gadis sedang memainkan peran dalam seni pertunjukan OMK Santo Gabriel Waioti, Rabu (8/1/2019). ROLLYDAVINSI/EKORANTT

Maumere, Ekorantt.com – Setiap umat Katolik di seluruh dunia punya cara masing-masing untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama.

Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Santo Gabriel Waioti Paroki Santo Thomas Morus Maumere Keuskupan Maumere memilih seni pertunjukan sebagai cara merayakan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Peserta pementasan seni pertunjukan terdiri atas OMK dan Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami) Stasi Santo Gabriel Waioti dan OMK lintas stasi di Paroki Santo Thomas Morus Maumere.

Pementasan seni pertunjukan akan digelar pada Sabtu, 11 Januari 2019 di Aula Stasi Santo Gabriel Waioti.

Adapun seni pertunjukan yang akan dipentaskan adalah teater, seni tari, paduan suara, dan musik kampung.

Ketua OMK Stasi Santo Gabriel Waioti Jenny Verawati kepada Ekorantt.com, Rabu (8/1/2019) mengungkapkan, selain merayakan Natal dan Tahun Baru bersama, seni pertunjukan digelar untuk menggalang dana pembangunan gedung gereja Stasi Santo Gabriel Waioti.

Dana pembangunan gereja digalang dari uang tiket nonton seni pertunjukan sebesar Rp5.000,00 kategori reguler dan Rp10.000,00 kategori VIP.

Menurut Jenny, keterlibatan OMK dalam seni pertunjukan adalah tanda bahwa OMK merupakan salah satu pilar pembangunan gereja. OMK ikut terlibat aktif membangun gereja dengan melakukan penggalangan dana.

Di samping itu, seni pertunjukan menjadi ruang bagi OMK Waioti untuk menjalin relasi dengan OMK lainnya di Paroki Santo Thomas Morus Maumere.

“Persiapan kami sudah 80%. Semoga acara pentas seni berjalan sesuai rencana,” ungkap Jenny.

Para pemudi OMK Santo Gabriel Waioti sedang berlatih peran dalam seni pertunjukan yang akan dipentaskan sebentar malam pada pukul 20.00 Wita, Sabtu (11/1/2019). ROLLYDAVINSI/EKORANTT

Moderator OMK Stasi Gabriel Waioti Romo Rolly Davinsi mengungkapkan, sesungguhnya banyak orang muda kreatif di dalam institusi Gereja Katolik. Namun, mereka umumnya tidak punya ruang untuk menyalurkan aspirasi dan kreativitas.

Maka, dibukalah panggung pentas seni sebagai media untuk mengembangan bakat dan minat anak muda serta mengasah kepedulian mereka terhadap gereja. Sebab, bagaimana pun juga, orang muda adalah masa depan gereja.

Romo Rolly menegaskan, OMK bukan Karang Taruna. OMK punya visi penginjilan yang tidak bergantung pada ketersediaan anggaran. Nilai injili yang hendak ditekankan adalah pengorbanan dan kesetiaan.

“Terkadang di mimbar, kita belum cukup menyentuh pengalaman mereka. Dengan kegiatan ini, mereka bisa saling menyentuh dan meneguhkan satu sama lain,” ungkap pastor muda yang menekuni seni fotografi ini.

Pentas seni OMK ini terbuka untuk umum. Kalau Saudara pembaca punya waktu luang, silahkan mampir untuk nonton pada hari Sabtu pukul 20.00 Wita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here