Pater Vande Raring, SVD sedang berorasi di Pasar Lekebai, Sabtu (8/2/2020)

Maumere, Ekorantt.com – Dalam banyak kasus, pelaku kekerasan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) justru merupakan orang dekat korban atau bahkan keluarga korban itu sendiri.

“Menjadi hal yang penting bagi kita untuk melakukan berbagai bentuk pencegahan terjadinya TPPO. Salah satunya melalui peningkatan ketahanan keluarga untuk memfilter dan membentengi masing-masing anggota keluarga dan masyarakat dari ancaman terjadinya TPPO,” demikian penegasan Pater Vande Raring, SVD dalam orasinya di Pasar Lekebai, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Sabtu (8/2/2020).

Pater Vande mengatakan, banyaknya perempuan dan anak pencari kerja yang menjadi korban perdagangan orang disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang persyaratan untuk mendapatkan pekerjaan baik di dalam maupun luar negeri.

Di samping itu, mereka juga kurang memahami hak dan kewajiban dalam hubungan kerja.

Kurangnya keterbukaan korban pada orang tua dan pihak-pihak yang melindunginya dari ancaman kekerasan juga menjadi sebab terjerumusnya korban ke dalam kasus perdagangan orang.

Biarawan SVD ini menambahkan, mendudukkan HAM adalah bagian dari panggilan hakiki tugas perutusan kita. Stop perdagangan orang, stop komersialisasi perempuan dan anak, stop eksploitasi seks dan perbudakan.

Dalam semangat yang sama, Frater Tony dari STFK Ledalero berorasi tentang potret perdagangan orang.

Ia mengatakan, perdagangan orang merupakan tindak kejahatan yang melanggar HAM. Perdagangan orang menjadikan sesama layaknya barang dagangan demi keuntungan pribadi atau kelompok.

Kepada seluruh aktivis dan pejuang HAM, khususnya yang bergerak dalam persoalan perdagangan orang di seluruh dunia, Frater Tony mengajak untuk memerangi tindak kejahatan ini.

Ketua panitia kegiatan Yanto Hago menjelaskan, kegiatan Roadshow ke Pasar Lekebai merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan TRUK-F untuk memperingati Santa Josephina Bakhita.  

Santa Josephina Bakhita adalah seorang kudus dalam Gereja Katolik yang menjadi korban human trafficking dari Sudan yang kemudian menjadi biarawati pada Kongregasi Cannossian.

Ia dibeatifikasi dan menjadi pelindung para korban human trafficking.

Selain Roadshow ke Pasar Lekebai, TRUK-F juga menggelar malam 1.000 lilin di halaman parkir SMAK Bhaktyarsa

Dua kegiatan ini megkampanyekan gerakan anti human trafficking dan doa bagi para pejuang HAM.

Yuven Fernandez

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here