Empat Kelompok Tani di Desa Detubela Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende mengikuti program sekolah lapang pengolahan lahan sawah (Foto: Ansel Kaise)

Ende, Ekorantt.com – Pemerintah Desa Detubela berupaya mendidik dan meningkatkan sumber daya petani dalam program pemberdayaan masyarakat melalui Dana Desa (DD).

Menggandeng Balai Penyuluh Pertanian Wewaria, Pemerintah Desa Detubela menetapkan Program Sekolah Lapang untuk meningkatkan kapasitas 60 petani yang tergabung dalam 4 kelompok tani.

Tujuannya yakni meningkatkan pemahaman petani dalam pengolahan lahan, persemaian benih, pola tanam, dan pemupukan dengan cara yang lebih modern.

Kepala Desa Detubela Dion Dala kepada Ekora NTT, Senin (10/2/2020) menjelaskan, sejauh ini petani di desanya menggunakan pola pertanian tradisional.

Menurutnya, Dana Desa harus dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan sumber daya petani selain pemenuhan Infrastruktur dasar seperti jalan desa dan lain-lain.

“Kami ini desa dengan mayoritas petani dan sumber kehidupan dari persawahan. Perlu ditingkatkan kapasitasnya agar terjadi peningkatan produksi,” tutur Kades Dion.

Pemdes Detubela, lanjut Kades Dion, menyiapkan dana Rp40 juta untuk pelatihan tersebut.

“Kami minta Pemkab Ende perlu kolaborasi kegiatan. Kita sudah latih kapasitas petani. Pemerintah perlu siapkan infrastruktur saluran irigasi yang baik,” tandasnya.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian Wewaria, Feliks Meko saat dikonfirmasi Ekora NTT mengaku bangga dengan kebijakan anggaran dana desa untuk peningkatan kapasitas para petani sawah.

Menurut Feliks, program pelatihan kelompok tani melalui sekolah lapang  di Desa Detubela akan difokuskan pada lahan seluas 15 hektare. Nantinya 60 petani diharapkan dapat mengolah lahan sesuai dengan ilmu yang diberikan selama praktek sekolah lapang.

“Diharapkan ada peningkatan produksi setelah kegiatan ini. Kalau yang di Desa Fataatu setelah dievaluasi awalnya produksi hanya 4 ton. Setelah dikelola dengan pola yang kita terapkan, sekarang bisa mencapai 8 ton produksi padi gabah. Jadi ini sangat efektif,” jelas Feliks.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here