Kepala BPS Kabupaten Flores Timur Kornelis Lonek Ama

Larantuka, Ekorantt.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Flores Timur (Flotim) menargetkan 21 persen penduduk Flotim melakukan Sensus Penduduk (SP) 2020 lewat sistem online.

Saat dikonfirmasi Ekora NTT Senin (18/02/2020), Kepala BPS Kabupaten Flores Timur Kornelis Lonek Ama menjelaskan, penetapan target ini didasari pada sejumlah pertimbangan misalnya; beberapa wilayah di Flotim belum memiliki jaringan internet, kepemilikan hp internet yang masih sedikit, keterbatasan memiliki paket data, dan masih rendahnya pemahaman tentang sensus online.

Khusus untuk Kecamatan Kota Larantuka disepakati target sebesar 70 persen. Hal ini disebabkan tidak adanya kendala berarti dalam hal jaringan internet.   

“Kita mengapresiasi kiat-kiat dari lurah yang mengumumkan melalui pengeras suara kepada warga kelurahan untuk terlibat dalam SP online. Ada juga beberapa kelurahan yang meminta pendampingan. Kita bersedia melakukan pendampingan,” kata Kornelis.

“Kita akan lakukan pedampingan ke beberapa orang di kelurahan. Kita berharap yang mendapat pelatihan akan menjadi pendamping dan tutor untuk warga yang lainnya. Sehingga target untuk 70 persen dapat tercapai,” harap Kornelis.  

Selain itu, BPS tetap bersosialisasi ke OPD di Flotim, memberikan pemahaman tentang pengisian data dalam SP online.

“Jangankan di masyarakat, di tingkat kabupaten saja masih butuh pendampingan. Sehingga harapannya, dengan berbekal kartu keluarga dan akta nikah bagi yang sudah nikah, langsung action untuk mengisi secara online,” beber Kornelis.

Kornelis mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah dalam radius kota Larantuka.

“Kita tinggal turun untuk melakukan sosialisasi dan langsung action,” tegasnya.

Mengingat kondisi geografis Kabupaten Flores Timur yang terdiri dari beberapa  pulau, Kornelis menjelaskan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi di tingkat kecamatan dengan menghadirkan semua kepala desa. Setiap kecamatan sudah menetapkan targetnya masing-masing.

“Khusus untuk sedaratan Adonara target paling rendah 50 persen. Kalau untuk pulau Solor, khusus untuk Solor Barat targetnya hanya 20 persen karena pertimbangan sinyal dan penggunaan HP internet. Jadi hanya menetapkan 20 persen,” urai Kornelis.

“Kecamatan Wulanggitang dan Tanjung Bunga hanya menetapkan target 20 persen saja karena keterbatasan akses sinyal dan kepemilikan HP. Yah, ini hanya target. Jika lebih kita bersyukur,” tambah Kornelis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here