Lapak jual milik Asosiasi Petani Sayur Rewarangga di area kilometer 5 Woloweku, Kota Ende

Ende, Ekorantt.com – Sebanyak 380 petani sayur yang tergabung dalam 22 kelompok tani di Kelurahan Rewarangga dan Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende sepakat mendirikan lapak penjualan sayur di area kilometer 5 Woloweku, Kota Ende. Pembangunan lapak tersebut merupakan swadaya seluruh anggota Asosiasi Petani Sayur Rewarangga.

Nantinya para petani akan menampung sayur di lapak yang ada. Pedagang di Kota Ende mesti membeli sayur di lapak yang telah disediakan, baru kemudian menjualnya kepada masyarakat.

Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Beni Dole yang ditemui Media Ekora NTT 18 Maret 2020 lalu merasa bangga dengan ide dan komitmen para petani sayur dampingannya.

Menurutnya, pendirian lapak sayur di Woloweku  bertujuan untuk membantu para petani sayur dalam hal pengendalian waktu jual, tempat jual, dan harga jual.

“Kita dorong semangat petani sayur yang telah berusaha kelompok untuk membangun kebersamaan dalam kelompok tani mulai dari peningkatan produksi hingga akses penjualan,” ujar Beni

Ketua Kelompok Asosiasi Petani Sayur Rewarangga, Lukas Odja mengatakan, selama ini para petani sayur kesulitan memasarkan hasil kebun terutama sayur di beberapa pasar dalam Kota Ende. Hal ini disebabkan keterbatasan tempat atau lapak penjualan di pasar. Untuk membantu petani, pihaknya akan membeli dan menampung sayur di lapak-lapak yang telah dibangun, kemudian memasarkan kepada pedagang di pasar.

“Kasian Pak, selama ini mereka harus ke pasar jam 1 atau jam 2 dini hari untuk menjual sayurnya. Kesehatan mereka sangat terganggu. Nanti kita akan beli dan tampung di sini. Waktu jual pun kita sepakati jam 4 hingga jam 5 pagi. Para anggota asosiasi datang jual ke lapak sayur ini, selanjutnya para pedagang yang datang beli atau asosiasi yang akan distribusikan ke pasar-pasar di Kota Ende,” kata Lukas.

Lukas berharap, Bupati dan DPRD Ende dapat membantu Asosiasi Petani Sayur Rewarangga berupa bantuan modal dan pengembangan usaha kelompok tani.

“Ini tanah tempat jual lapak merupakan swadaya salah satu anggota. Kita minta bapak bupati bisa bantu kami akses penerangan dan bangunan yang lebih layak. Ini pak lihat pakai bambu saja tentu tidak bertahan lama. Apalagi atapnya hanya menggunakan daun kelapa,” keluh Lukas

Anggota DPRD Ende, Emanuel Minggu saat mengunjungi petani di lokasi lapak mengaku bangga dengan semangat para petani. Mereka berjuang untuk meningkatkan ekonomi melalui usaha berkelompok dan berjejaring.

“Saya senang bapak-bapak sudah mulai. Dan metode usaha kelompok dengan berasosiasi ini sangat membantu para petani. Sebagai wakil rakyat, kita akan dukung dan minta pemerintah melalui dinas terkait untuk mendukung kelompok ini, baik pemberdayaan sumber daya seperti pelatihan manajemen kelompok maupun bantuan modal dan pembangunan fisik lapak yang lebih layak,” tegas politisi Partai Solidaritas Indonesia ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here