Puluhan sekolah di Kota Ende libur sesuai Instruksi Gubernur NTT dan Bupati Ende untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 (Foto: Ansel Kaise)

Ende, Ekorantt.com – Wabah corona yang kian meluas menuntut pemerintah provinsi NTT dan pemerintah kabupaten untuk mengeluarkan instruksi ‘merumahkan’ aktivitas sekolah dan perkantoran. Langkah ini dinilai tepat untuk mencegah menularnya virus corona.

Baru beberapa hari berjalan, kampanye ‘di rumah saja’ ini berbuntut pada merosotnya pendapatan pedagang kecil di sejumlah daerah.

Para pedagang asongan, pengusaha warnet dan tukang ojek di Kota Ende mulai merasakan dampak dari liburnya sekolah dan aktivitas perkantoran.

“Kami ikuti semua petunjuk pemerintah karena virus corona membahayakan. Sekarang dampaknya kami mulai rasakan. Sebelumnya pendapatan kami saat belum liburan bisa Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari. Saat ini hanya bisa dapat Rp30 ribu hingga Rp40 ribu setiap hari,” ungkap Ronald salah satu tukang ojek di Kota Ende kepada Ekora NTT

Keluhan yang sama disampaikan Riky. Riky adalah pengelola Warnet di bilangan Jalan Melati Ende. Menurutnya, saat liburan sekolah ini pendapatan turun hingga 60 persen.

“Dulu kami bisa dapat Rp300 ribu hingga Rp400 ribu setiap hari. Sekarang hanya bisa dapat Rp70 ribu hingga Rp100 ribu. Ini benar-benar untuk biaya operasional,” sebu Ryki.

Hal senada disampaikan Mama Maria yang sehari-hari menjual sayur di Pasar Wolowona Ende. Mama Maria bilang, saat liburan sekolah ini pendapatan menurun drastis.

“Kami minta pemerintah bisa buat operasi pasar. Yah terutama beras dan kebutuhan pokok,” harap Mama Maria.

Kepala Bulog Sub Drive Ende, Stephanus Kurniawan saat dikonfirmasi di Kantor Bupati Ende, Senin (23/3/2020) menjelaskan, stok pangan di Ende masih memadai untuk mengantisipasi kebutuhan pokok masyarakat di tengah wabah corona.

Untuk itu, Stefanus meminta masyarakat agar tidak khawatir, sebab pasokan beras dapat mengatasi masalah jika terjadi krisis pangan selama 12 bulan.

“Untuk 12 bulan stok beras kita masih terjamin,” tandas Stefanus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here