140 Penumpang Niki Sejahtera Bertahan 12 Jam di Atas Kapal, Ini Penjelasan Bupati Ende

Ende, Ekorantt.com – Sebanyak 140 penumpang Roro Niki Sejahtera asal Surabaya harus bertahan 12 jam di atas kapal saat sandar di Pelabuhan Ende. Kapal berlabuh pada Jum’at (3/4/2020) pukul 21.00 Wita dan mereka baru bisa turun pada Sabtu (4/4/2020) pukul 09.00 Wita.

Saat turun, petugas KKP Pelabuhan Ende dan tim medis melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan menyemprot cairan anti-septik kepada setiap penumpang. Selanjutnya, ratusan penumpang diantar oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende ke Stadion Marilonga untuk menjalani observasi selama 14 hari ke depan.

Bupati Ende, H. Djafar H. Achmad didampingi Kapolres Ende, Achmad Muzayin dan Dandim 1602 Ende, Moch Fuad Suparlin ikut memantau jalannya proses observasi para penumpang sejak dari Pelabuhan Ende hingga ke Stadion Marilonga.

Informasi yang dihimpun Ekora NTT, para penumpang adalah para mahasiswa dan pelajar asal Flores yang pulang dari Jombang, Jawa Timur.

Sesuai Peraruran Bupati Ende Nomor 10 tahun 2020 Tentang Percepatan Pencegahan Penanganan Covid-19, seluruh pelaku perjalanan yang masuk di  Kabupaten Ende akan dilakukan observasi selama 14 hari untuk memastikan kondisi kesehatan.

Bupati Djafar saat dikonfirmasi Ekora NTT di terminal labuh Pelabuhan Ende menjelaskan, para penumpang merupakan pelaku perjalanan yang harus diobservasi.

“Kita bawa ke sana untuk pemeriksaan kesehatan. Untuk penumpang luar Ende kita sudah kontak akan kita antar hari ini juga di perbatasan. Yang dari Nagekeo, Ngada akan kita antar. Dari data semuanya yang dari luar daerah Ende ada 30 Sedangkan yang di Ende akan kita lakukan observasi di Stadion Marilonga,” terang Bupati Djafar.

Bupati Djafar menambahkan, proses turunnya penumpang tertunda karena ada informasi bahwa tiga penumpang di dalam kapal sempat mengantar temannya ke rumah sakit selama di Surabaya. Atas alasan tersebut, tim gugus tugas terlebih dahulu menurunkan tiga penumpang tersebut Jumat malam untuk menjalankan Rapid Test di RSUD Ende.

“Isu menyebar, ada nama jelas, alamat jelas, makanya yang tiga orang itu kita turunkan dan kita bawa ke rumah sakit. Statusnya masih pelaku perjananan,” jelasnya.

Sekda Ende, Agustunus Ngasu menjelaskan ketiga penumpang tersebut telah menjalani pemeriksaan Rapid Test dan dinyatakan negatif.

Sementara itu, Kapolres Ende Achmad Muzayin menjamin pengamanan ketat selama proses observasi para pelaku perjalanan di Stadion Marilonga.

TERKINI
BACA JUGA