Simpang Siur Isu Penutupan Pasar, Pedagang dan Pembeli Paris Larantuka Kecewa

Laratuka, Ekorantt.com – Pedagang di Pasar Inpres (Paris) Larantuka, Kabupaten Flores Timur (NTT) mengaku kecewa lantaran kesimpangsiuran informasi terkait penutupan pasar di tengah merebaknya Covid-19.  

Sofian Efendi, salah satu pedagang kios di Paris Larantuka menuturkan, sejak hebohnya virus corona, beredar informasi mengenai penutupan Paris Larantuka. Mendengar isu ini Sofian lantas menutup kiosnya selama satu minggu.

“Isunya macam-macam bang. Katanya virus sudah masuk di NTT. Di Lembata dua orang. Di Maumere juga, sudah kena. Lalu, dengar lagi katanya pemerintah juga tutup Pasar Inpres Larantuka. Kami dengar begitu, jadi kios kami tutup selama satu minggu. Padahal sebenarnya tidak tutup pasar,” tutur Saiful, saat dikonfirmasi Ekora NTT, Jumat (04/03/2020).

Saiful menuturkan, akibat isu yang berkembang Paris Larantuka sepi pengunjung.

“Memang sepi bang. Biasanya pemasukan kita pada hari biasa Rp14 juta hingga Rp15 juta per hari. Sekarang hanya Rp1 juta per hari. Turunnya jauh sekali karena sepi pengunjung. Sebenarnya pemasukan sedikit juga tidak apa-apa, tapi intinya informasi harus jelas, biar kita tidak panik,” jelas Saiful.

Kekecewaan juga dialami Hesti Belaja, salah satu pengunjung Paris Larantuka asal Desa Koten Walang, Kecamatan Tanjung Bunga.

Hesti mengatakan, berkembangnya isu penutupan Pasar Inpres Larantuka bersamaan dengan dikeluarkannya Surat Edaran Bupati Flores Timur tentang pembatasn aktivitas warga. Sejak saat itu, dirinya tidak pernah lagi ke Larantuka dan memilih tinggal di rumah, bertahan dengan stok pangan seadanya dari kebun.  

Dirinya meminta, agar adanya kejelasan informasi terkait langkah dan upaya pemerintah dalam menangani Covid-19. Bukan tidak mungkin, kesimpangsiuran informasi dapat memantik konflik baru di tengah masyarakat. 

“Mau datang tapi khawatir pasar tutup. Kan rugi sudah buang waktu dan biaya jalan jauh. Jadi  di rumah saja, makan dan minum bertahan dengan hasil kebun. Masyarakat kami di sana risau dengar informasi macam-macam. Pokoknya macam-macam kita dengar. Kita khawatir muncul konflik yang diakibatkan isu yang tidak jelas,” tuturnya.

“Saya berharap adanya kejelasan semua informasi agar kita bisa atur dengan baik jadwal ke pasar sesuai kebutuhan keluarga selama ketentuan waktu yang dianjurkan pemerintah,”  tambah Yohana.

Kepala Dinas Perdangan Kabupaten Flores Timur, Siprianus Sina Ritan

Terkait dengan kesimpangsiuran informasi tersebut, Kepala Dinas Perdangan Kabupaten Flores Timur, Siprianus Sina Ritan yang dikonfirmasi Ekora NTT Jumat (4/3/2020) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur belum mengeluarkan instruksi mengenai penutupan pasar hingga saat ini.

Ritan mejelaskan, aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan. Para pedagang dan pembeli.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur hingga saat ini belum ada imbauan atau instruksi mengenai penutupan pasar. Yang perlu diimbau adalah pedagang dan pembeli harus tetap mengikuti anjuran tentang protap pencegahan Covid-19 yakni hindari kerumunan, jaga jarak satu meter, pakai masker dan cuci tangan,” tegas Ritan.

Ritan juga mengimbau agar warga dapat mengatur jadwal ke pasar untuk membeli kebutuhan rumah tangga.

“Aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan namun kita mengimbau agar warga mengatur jadwalnya dengan baik agar terhindar dari kerumunan. Juga selalu mengikuti Protap pencegahan penularan virus,” tutup Ritan.

TERKINI
BACA JUGA