Minggu, 5 Juli 2020

Wawancara Ekslusif: Pelaku Pariwisata Babak Belur Akibat Covid-19

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com – Pandemi Covid-19 berdampak juga pada para pelaku pariwisata. Di Kabupaten Sikka, sejumlah pelaku pariwisata mengaku babak belur tak berdaya.

Untuk makan, bayar listrik dan bayar iuran BPJS pun tersendat. Mewabahanya Covid-19 memang telah membuat pendapatan pelaku pariwisata sama sekali tak ada.

Pada Senin, 4 Mei 2020, sejumlah pelaku pariwisata di Kabupaten Sikka berinisiatif menemui Bupati Sikka, Robi Idong untuk menyampaikan pertimbangan yang kiranya dapat diperhatikan terlebih kepada para pelaku pariwisata.

Berikut petikan wawancara Ekora NTT dengan Agus Bataona, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi NTT belum lama ini;

Ekora NTT: Efek Covid-19 telah melumpuhkan berbagai aktivitas pariwisata, termasuk di dalamnya pendapatan para pelaku pariwisata, apa pendapat bapak tentang ini?

Agus Bataona : Sudah pasti kami para pelaku pariwisata juga tak berdaya. Covid-19 benar-benar telah melumpuhkan semuanya. Ya kalau boleh dibilang kami ini babak belur. Untuk makan-minum, bayar listrik dan iuran BPJS saja macet.

Bersyukur kalau diantara teman-teman kami para pelaku pariwisata itu punya usaha kios sembako dan punya keterampilan lain sehingga bisa memenuhi kebutuhan makan-minum, kalau tidak ya sama juga dengan yang lainnya, benar-benar babak belur tidak berdaya.

Ekora NTT :  Setuju tidak kalau para pelaku pariwisata mendapat bantuan dari pemerintah sebagai bagian dari masyarakat yang juga sangat berdampak?

Agus Bataona : Ini penting untuk diperhatikan, bahwa sektor pariwisata itu penyumbang kedua tersebsar untuk devisa negara. Dan peran besar di dalamnya itu adalah para pelaku pariwisata.

Ketika keadaan seperti sekarang ini para pelaku pariwisata tentu membutuhkan Pemerintah untuk ikut membantu termasuk membantu para pelaku pariwisata.

Pada 16 April 2020 lalu, Presiden Jokowi sudah mengatakan dengan tegas dan jelas bahwa perlu juga ada perhatian dan langkah-langkah tegas mitigasi perlindungan sosial bagi para pekerja di sektor pariwisata.

Jadi tahap emergency tentu sangat dibutuhkan seperti BLT, fresh money plus untuk bayar pulsa listrik, bayar iuran BPJS, dan sembako untuk tiga bulan ke depan.

Ekora NTT: Realisasinya sudah berjalan sejak Presiden Jokowi mengatakan bahwa perlu ada perhatian dan mitigasi perlindungan sosial untuk para pelaku pariwisat pada 16 April lalu itu?

Agus Bataona : Kami memang sudah didata tetapi sampai dengan saat ini realisasinya belum menyentuh kami para pelaku pariwisata.

Ekora NTT: Pada pertemuan dengan Bupati Sikka, Robby Idong pada 4 Mei lalu itu apa saja yang dibicarakan?

Agus Bataona : Bersama kawan-kawan, kami sebetulnya ikut meminta penjelasan dari Pemkab Sikka sebagai bagian dari kelompok warga yang terkena dampak Covid-19. Kami semua memang telah didata.

Ekora NTT : Apa jawaban Bupati Robi?

Agus Bataona :Data-data tentang kami itu sudah diminta oleh Kementerian Pariwisata. Kalau di HPI itu ada 58 sedangkan di ASITA itu ada 27 orang.

Bupati menjelaskan di Sikka terdapat 105 ribu kk dan semua akan mendapat bantuan sesuai porsi masing-masing. Bupati juga minta setiap asosiasi untuk mendaftarkan anggotanya ke kelurahan atau desa untuk diverifikasi dan dikirim ke Naketrans.

Yuven Fernandez

TERKINI

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

BACA JUGA

Pelayanan Sakramen dan Ibadat di Keuskupan Maumere Kembali Dibuka

Maumere, Ekorantt.com – Pelayanan Sakramen dan ibadat di Keuskupan Maumere kembali dibuka menyambut new normal. Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengatakan, pelayanan...

Cerita Sukses Niko Beoang: Siapa Bilang Beternak Babi Itu Mahal?

Larantuka, Ekorantt.com - Bekerja sebagai pegawai kantor dan duduk manis di ruangan kerja memang menjadi rebutan bagi kebanyakan orang. Namun tidak bagi Frans Nikolaus...

SWI Temukan 105 ‘Fintech Peer To Peer Lending’ Tanpa Izin

Kupang, Ekorantt.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) berhasil menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan...

Demo Mahasiswa Tolak Tambang di Matim, Begini Tanggapan Bupati Agas

Ruteng, Ekorantt.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis...

Kemenkop UKM Terus Gulirkan Relaksasi Pembiayaan bagi Koperasi di Tengah Pandemi

Jakarta, Ekorantt.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, sebanyak 40 koperasi yang merupakan mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM sudah 100...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

Berebut Kursi Wabup Ende, PKB: Terlalu Dini Kita Bicara Nama Figur

Ende, Ekorantt.com - Tensi politik di Kabupaten Ende kembali memanas. Mengisi kekosongan kursi Wakil Bupati Ende, tujuh partai koalisi pendukung paket Marsel-Djafar belum menemukan...

AMMARA Kupang Minta Gubernur Cabut Izin Eksplorasi Tambang di Matim

Kupang, Ekorantt.com - Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (AMMARA) Kupang meminta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mencabut izin eksplorasi tambang batu gamping di Luwuk, Desa...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here