Maumere, Ekorantt.com – Yupensius Yanuarius (62), pensiunan guru asal Desa Koting-B, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka ini menjadi inspirasi bagi petani lain di wilayah itu. Dari hasil tanaman cabai, ia meraup keuntungan Rp 30 juta sekali panen.
Yuven, demikian ia disapa, sejak tahun 2010 mulai bergelut dengan tanaman hortikultura dengan fokus usaha tanaman cabai besar varietas Pilar F1 dan Astina F1.
Diatas lahan miliknya seluas 1/4 ha di Wajongaur, Desa Koting-B ditanami dengan cabai 1000 pohon. Adapun tanaman buncis 3000 pohon, tomat dan sayur.
“Sebenarnya dalam usaha tanaman hortikultura dan kerja sendiri bukan hanya modal uang tetapi semangat kerja,” kata Yuven kepada Ekora NTT pada Minggu, (8/8/2021).

“Dari tanaman cabe 1000 pohon saja kalau setiap pohon menghasilkan 1 kilogram dengan dengan harga Rp 30 ribu berarti hasil yang diperoleh setiap kali panen Rp 30 juta. Jadi usaha tanaman horti khususnya cabe menggiurkan. Belum lagi penghasilan yang diperoleh dari buncis, tomat dan sayur,”tambahnya.
Pensiunan guru SDI Pigang, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat ini memilih usaha tanaman hortikultura mengisi masa pensiunnya karena hobi. Di sisi lain, ia ingin memberi contoh kepada masyarakat untuk menjadikan pribadi yang mandiri.
“Saya pilih usaha ini bukan hanya karena hobi tetapi ingin sehat. Kerja jadi bos sendiri, karyawan sendiri dan menentukan penghasilan sendiri,” ungkap Yuven memberi alasan.
Pemilik moto “Tidak ada kata pensiun untuk berkarya” ini tidak pernah merasa malu masuk kebun. Karena setiap usaha positif dirinya tidak malu.
“Usaha horti saya kembangkan selain hobi juga mau memberikan contoh kepada generasi muda bahwa usia lanjut tidak menjadi penghalang dan malu untuk bergelut dengan lumpur. Mudah- mudahan dengan melihat usaha horti yang saya jalani ini lahir petani-petani horti milenial,”katanta berharap.
Yuven berkata, hasil dari usaha hortikultura selain untuk biaya pendidikan anak juga membeli motor dan pembangunan rumah permanen. “Sudah menjadi rahasia umum sebagai pensiun guru gajinya tidak seberapa. Dengan usaha tanaman horti ini bisa membantu menopang kehidupan ekonomi keluarga disaat pensiun,” pungkasnya.
Yuven juga tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya karena sebentar lagi akan panen cabai dan buncis. Cabai akan dipanen pada akhir Agustus, sedangkan buncis diperkirakan panen pada akhir September mendatang.
Pada diakhir perbincangan, ia berpesan untuk selalu semangat bekerja apa saja yang penting positif dan bisa mengedukasi masyarakat sekitar agar hidup mereka lebih bermakna.
Yuven Fernandez













