Siswi SMPN 3 Wulanggitang Raih Juara Satu Pidato Bertema Ekologi

Larantuka, Ekorantt.com – Maria Aprianti Logi Soge, siswi SMPN 3 Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, meraih juara pertama Ajang Gebyar Literasi bertema ekologis di Hokeng pada awal Mei 2023 lalu.

Maria sukses mencuri perhatian dewan juri ketika membawakan pidato berdasarkan tema yang disodorkan panitia mengenai kampanye isu pemanasan global sebagai aksi bersama menyelamatkan lingkungan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh SMAK Frateran Podor Larantuka ini menghadirkan para pelajar tingkat SMP dari Kecamatan Wulanggitang, Titehena, Demongpagong, dan Ilebura.

Dalam pidatonya, Maria mengajak segenap pendengarnya untuk peduli terhadap kondisi perubahan iklim melalui kerja-kerja nyata seperti pengelolaan sampah, menjaga ekosistem hutan dan juga perhatian terhadap ketahanan pangan lokal yang tahan terhadap dampak perubahan iklim.

“Ini di luar dugaan saya karena targetnya cukup membawakan pidato ini sebaik-baiknya mau juara berapa saja sudah cukup tapi saya buktikan bahwa kami yang sekolah di kampung itu juga bisa dan ternyata juara satu,” ujarnya sambil tertawa senang.

iklan

Atas torehan prestasi ini, Maria mengaku bangga dan berterima kasih kepada lembaga pendidikan SMPN 3 Wulanggitang, kepala sekolah, guru pembimbing, para guru dan pendidik, pegawai, teman-teman siswa, dan semua pihak yang mendukungnya.

“Ketika Pak Gerald selaku pembimbing bicara tentang teknik pidato dan omong juga soal pesan yang mesti kuat, saya bawakan tentang isu lingkungan itu; sebagai pelajar, saya sadar bahwa ini saatnya untuk kampanye terhadap aksi penyelamatan lingkungan yang harus jadi pekerjaan semua kita umat manusia,” tegasnya.

Maria juga mengaku memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman baru selama mengikuti ajang lomba pidato.

“Mulai dari persiapan sampai dengan saat tampil dan sekarang saya jadi lebih paham soal isu lingkungan yang mesti diperhatikan semua orang,” jelas siswi kelas 8 ini.

Gerardus Kuma Apeutung, guru SMPN 3 Wulanggitang yang membimbing dan melatih Maria mengatakan, prestasi yang diraih Maria sungguh membangkitkan kepercayaan diri dan kebanggaan sekolah.

Gerald, demikian sapaan Gerardus Kuma Apeutung mengaku penampilan Maria membawakan pidato sangat menggugah dan pesan dari pidatonya pas mendarat dengan kenyataan dunia saat ini yang didera dengan masalah dampak perubahan iklim.

“Sebagai guru saya kira bukan sekadar kami bangga atas raihan juara satu ini tapi lebih dari itu pesan dari teks pidato yang dibawakan anak didik kami itu jadi satu usaha bersama kita semua untuk penyelamatan lingkungan alam sekitar tempat kita hidup,” kata Gerald.

Gerald juga mengemukakan, ajang yang diselenggarakan SMAK Frateran Podor Larantuka jadi catatan bagus bagi semua stakeholder di dunia pendidikan Kabupaten Flores Timur untuk senantiasa peduli pada gerakan literasi dengan memasukan tujuan seperti isu lingkungan.

“Ini bukti bahwa kita semua peduli pada generasi muda dan terlebih pada isu lingkungan. Proficiat dan terima kasih kepada lembaga pendidikan SMAK Frateran Podor yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara Kristina Sabu Punang, Kepala Sekolah SMPN 3 Wulanggitang secara khusus mengapresiasi prestasi Maria.

Dalam apel pagi bersama pada pertengahan Mei 2023 lalu, Kristina mengemukakan raihan dari Maria adalah bukti bahwa segenap peserta didik sejatinya punya potensi diri untuk dikembangkan dengan optimal.

Proses belajar untuk mengembangkan potensi diri itulah yang mesti dilihat dengan sungguh oleh para guru.

“Saya selalu katakan tidak ada anak yang bodoh; yang ada hanyalah kesempatan yang jeli untuk mengenal diri dan dibantu para pendidik dan terlebih orang tua wali di rumah untuk kita bersama-sama angkat potensi diri anak untuk dikembangkan,” ujar Kepsek Kristina.

Prestasi Maria menurut Kristina sungguh sangat membanggakan karena Maria telah menunjukkan bahwa SMPN 3 Wulanggitang yang letaknya jauh di pantai selatan Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang itu telah memberikan andil yang berharga agar nama sekolah ikut dikenal.

“Kita biar sekolah ada di kampung tapi kalau rasa metro itu kan sesuatu,” kata Kristina sambil tersenyum bangga.

Ia pun mengajak segenap guru di sekolahnya untuk tidak hanya hebat mengurus diri sendiri tapi secara khusus membawa anak didik maju dan berkualitas pada segala bidang.

TERKINI
BACA JUGA