Populasi Anjing di Sikka Turun Menjadi 45 Ribu Ekor Imbas Kebijakan Eliminasi

Ia juga mengimbau masyarakat pemilik anjing agar mengikat dan mengandangkan hewan peliharaannya.

Maumere, Ekorantt.com – Populasi anjing di Kabupaten Sikka mengalami penurunan setelah pemerintah melakukan kebijakan eliminasi dan vaksinasi untuk menekan penyebaran virus rabies.

Dinas Pertanian Kabupaten Sikka mencatat, populasi Hewan Penular Rabies (HPR) khususnya anjing menurun dari 55 ribu ekor pada 2023 menjadi 45 ribu ekor pada 2024.

“Populasi HPR anjing tahun ini menurun karena banyak anjing yang sudah divaksin dan sudah dieliminasi dua bulan yang lalu,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Sikka, Albert M.W. Gobang kepada Ekora NTT pada Selasa,11 Juni 2024.

Gobang berkata, pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap 9.742 ekor hewan penular rabies, dengan rincian; anjing 9.491 ekor, kucing dan kera sebanyak 200 ekor.

iklan

“Karena stok vaksin juga sangat terbatas sehingga ketika kami komunikasi dengan tim medis dokter. Potensi terbesar itu anjing sekitar 98 persen. Kucing dan kera di bawah dua persen, sehingga kami utamakan di anjing,” ujarnya.

Tim Dinas Pertanian saat ini tengah melaksanakan vaksinasi di Desa Maulo’o, Kecamatan Paga, ujar Gobang.

Pada 2024, kata Gobang, tersedia 10.700 dosis yang dialokasikan dari Dana Alokasi Umum. Ditambah bantuan dari Word Organisation For Animal Health (WOAH) melalui Dinas Peternakan Provinsi NTT sebanyak 4.800 dosis, sehingga jumlah menjadi 15.500 dosis.

“Dengan demikian vaksin 15.500 cakupan hanya sekitar 40 persen. Sedangkan standar dari WOAH, cakupan vaksinasi minimal 70 persen dari populasi HPR, sehingga terbentuk kekebalan kelompok. Paling tidak harus sekitar 30 ribuan HPR yang sudah tervaksin,” ujarnya.

Gobang menambahkan, hasil uji laboratorium sampel otak anjing positif rabies pada 2023 mencapai 80 persen. Dibandingkan tahun 2024, mengalami penurunan hingga mencapai 50 persen.

“Dipastikan dampak dari giat vaksinasi tahun lalu, eliminasi, dan kesadaran masyarakat ikat dan kandangkan anjingnya,” tutur Gobang.

Dinas Pertanian, kata Gobang, terus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), dan sosialisasi ke rumah ibadat, sekolah, dan masyarakat terkait upaya pencegahan rabies.

Ia juga mengimbau masyarakat pemilik anjing agar mengikat dan mengandangkan hewan peliharaannya.

“Perlu ada kesadaran masyarakat secara bersama bertanggung jawab untuk memberantas rabies di Kabupaten Sikka. Dan jangan bawa anjing dari luar wilayah Kabupaten Sikka,” pungkasnya.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA