Mahasiswa Tolak Rencana Kenaikan Iuran Perumda Tirta Kelimutu, Bupati Ende: Hanya Asal Ngomong

Menurut mahasiswa, rencana kenaikan tarif tidak boleh dilakukan di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sedang tidak baik-baik saja.

Ende, Ekorantt.com – Aktivis mahasiswa dari kelompok Cipayung plus (PMKRI, GMNI, IMM) dan BEM Universitas Flores menolak rencana Pemerintah Kabupaten Ende menaikkan iuran atau tagihan air pada Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kelimutu Ende.

Dalam aksi demonstrasi aktivis mahasiswa di Kantor Bupati Ende pada Kamis, 4 September 2025, Ketua PMKRI Cabang Ende, Marselinus Erlan Le’u meminta Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda membatalkan wacana kenaikan tagihan bulanan pelanggan air minum.

“Kami minta Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda untuk segera membatalkan rencana kenaikan tarif Perumda Tirta Kelimutu Ende,” kata Erlan.

Menurut mahasiswa, rencana kenaikan tarif tidak boleh dilakukan di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sedang tidak baik-baik saja.

“Keadaan ekonomi kita lagi susah, kok bisa pemerintah berwacana menaikan tarif,” ujarnya.

Alih-alih menaikkan tagihan, mahasiswa meminta pemerintah meningkatkan mutu pelayanan air dengan membenahi dulu sistem pelayanan pada Perumda Tirta Kelimutu Ende.

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda mengatakan, rencana kenaikan tarif belum diputuskan karena masih menunggu hasil sosialisasi manajemen Perumda Tirta Kelimutu. Bila pelanggan setuju, maka akan ada kenaikan tarif.

“Kita belum putuskan itu, masih sosialisasi kenaikan tarif. Nanti kita lihat kalau memang diterima khususnya dari asosiasi pelanggan, itu baru kita putuskan,” kata Yosef di Ende, Senin, 8 September 2025.

Rencana kenaikan tarif air minum, kata Yosef, sudah dipertimbangkan sejak lama. Konsekuesinya, mutu pelayanan Perumda Tirta Kelimutu kepada pelanggan harus meninggkat.

Selain itu, poin yang menjadi pertimbangan pemerintah yakni kondisi keuangan Perumda Tirta Kelimutu yang terus merugi. Di sisi lain, pemerintah ingin ada penyesuaian tarif sebab sudah lama tarif air belum mengalami kenaikan, kata Yosef.

Terhadap tuntutan aktivis mahasiswa, Yosef bilang, penolakan itu tidak punya kajian yang mendalam.

“Itu kan dari mereka. Mereka kan bukan orang dalam (pelanggan). Yang orang pelanggannya itu tidak tolak. Itu kan hanya asal ngomong, tapi kajiannya apa kan kita tidak tahu,” ujar Bupati Yosef.

“Kita masih mempertimbangkan suara dari asosiasi, suara pelanggan. Kalau dari yang ini (mahasiswa) kan bukan orang dalam (bukan pelanggan),” tandasnya.

TERKINI
BACA JUGA