Nelayan Temukan Satu Korban Meninggal di Bangkai KM Putri Sakinah

Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi jenazah korban dengan menggunakan KN SAR Puntadewa 250 dan membawanya menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Labuan Bajo, Ekorantt.com– Tim SAR Gabungan terus mencari korban KM Putri Sakinah yang tenggelam di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat pada 26 Desember 2025 lalu.

Pada Selasa, 6 Januari 2026 sekitar pukul 14.30 Wita, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan setempat yang menemukan bangkai KM Putri Sakinah.

Saat bersamaan, nelayan menemukan satu korban meninggal dunia di bangkai kapal tersebut.

“Penemuan itu pada koordinat 08°36’35,139″ S 119° 40’36,826″ dengan jarak 7.48 nm dari lokasi kejadian kapal tenggelam,” kata Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator).

Ia berkata, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi jenazah korban dengan menggunakan KN SAR Puntadewa 250 dan membawanya menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Selanjutnya, jenazah diserahkan ke Tim DVI Polres Manggarai Barat.

Pada hari ke-12 pencarian, setidaknya sudah tiga dari empat korban KM Putri Sakinah yang ditemukan.

Tragedi tenggelamnya kapal wisata ini menewaskan pelatih Valencia B Putri, Fernando Martin, bersama tiga anaknya.

Kapal tersebut membawa 11 orang, enam penumpang dan lima kru, termasuk kapten kapal.

Setelah meninggalkan Pelabuhan Labuan Bajo, KM Putri Sakinah berlayar dan singgah di Pulau Kalong.

Sekitar pukul 20.30 Wita, kapal itu meninggalkan Pulau Kalong menuju Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo.

Perjalanan berubah drastis ketika kapal mengalami mati mesin di tengah laut sekitar 30 menit setelah berlayar.

Tanpa mesin yang berfungsi, kapal tidak bisa bermanuver saat gelombang laut tiba-tiba meninggi dan menghantam kapal dua kali.

TERKINI
BACA JUGA