Ende, Ekorantt.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi saat rapat koordinasi penanganan bencana di posko tanggap darurat BPBD Ende yang dipimpin Gubernur NTT Melki Laka Lena, Kamis, 27 Agustus 2026 malam.
Langkah tersebut dilakukan menyusul gempa susulan yang masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Flores mengacu perkiraan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Perpanjangan masa darurat dimulai sejak 29 Agustus 2026 hingga 12 September 2026 untuk enam kabupaten. Sementara untuk Kabupaten Nagekeo masa tanggap darurat diperpanjang selama tiga bulan ke depan.
“Kemungkinan kita masih menunggu kurang lebih sekitar dua minggu, tiga minggu ke depan untuk gempa-gempa susulan yang dalam skala yang mengkhawatirkan itu terjadi,” ujar Melki.
Kendati status tanggap darurat diperpanjang, pemerintah memastikan aktivitas masyarakat tidak sepenuhnya terhenti, termasuk di sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar akan mulai diaktifkan kembali secara bertahap menggunakan tenda dan terpal.
Pemerintah daerah di NTT, kata Melki, tengah menyiapkan skema fleksibel. Opsi yang disiapkan mencakup pembelajaran berbasis sekolah asal maupun sistem berbasis domisili, yang mana siswa dari beberapa sekolah digabungkan di lokasi atau kelurahan dan kecamatan terdekat.
Penyesuaian materi juga dinilai relatif mudah karena saat ini proses belajar mengajar masih berada pada tahap awal semester.
“Kita upayakan juga pelan-pelan dia bisa menyesuaikan seperti kesehatan. Kesehatan sejak hari pertama langsung digelar di lapangan, dibuatlah tenda, kemudian sekarang ada terpal begitu,” bebernya.
Terkait penyaluran bantuan warga terdampak, Melki mengklaim hingga saat ini sudah tersalurkan.
“Rata-rata sudah dapat, tapi mungkin kalau dapat sesuai dengan espektasi yang bersangkutan. Nah itu yang mungkin kita susah pastikan. Masyarakat kita mungkin kadang mendapat satu sudah bersyukur, ada yang mungkin dapat satu merasa kurang,” kata dia.
“Sejauh ada yang WA ke saya, ada yang belum dapat saya langsung forward ke BPBD Provinsi langsung dieksekusi.”
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mengatakan Pemerintah Kabupaten Ende memutuskan untuk menetapkan masa tanggap darurat pascagempa selama satu minggu.
Keputusan ini berbeda dari arahan gubernur yang mengimbau masa tanggap darurat selama dua minggu untuk daerah terdampak parah.
Yosef menjelaskan bahwa langkah ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi daerah yang mulai kondusif serta kesiapan masyarakat untuk bangkit dan beraktivitas normal kembali.
“Untuk Ende, kita memutuskan masa tanggap darurat ini hanya ditambah satu minggu. Sedangkan untuk daerah lain yang sangat terdampak, tetap mengikuti penetapan dua minggu dari Pak Gubernur seperti Maurole dan Maukaro,” kata Yosef di Ende, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menambahkan warga Maukaro dan Maurole mulai bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing.
Sedangkan untuk aktivitas pendidikan akan kembali diaktifkan mulai Senin 31 Agustus 2026, kata Yosef. Proses belajar-mengajar akan berlangsung di tenda demi memastikan keselamatan dan kenyamanan siswa.
“Pembelajaran dapat dilakukan di halaman sekolah atau kelas yang sudah dikosongkan untuk mempermudah jalur evakuasi jika terjadi gempa susulan,” imbuhnya.
Sebab lanjut, Bupati Yosef menerangkan bahwa belajar di rumah sangat tidak efektif dalam meningkatkan mutu pengetahuan siswa. Semakin lama siswa di rumah semakin memperparah tingkat pengetahuannya, kata dia.
“Jadi, semakin lama masa tanggap darurat semakin berat beban mereka. Jadi, bagi kita Pemerintah Ende ini kita juga sudah melihat bahwa banyak sekali orang-orang sudah mulai berpikir ya kita sudah harus pulih.”
Ia bilang pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membangun tempat belajar sementara seperti terpal atau tenda.
“Kita sudah siapkan anggaran tanggap darurat. Ya, total 221 sekolah SD maupun SMP dan PAUD. Kita sudah siapkan anggaran untuk segera disalurkan untuk membangun tempat belajar mereka sehingga mereka tetap bisa belajar bersama di sekolah sambil mengajak mereka untuk menghilangkan traumanya mereka,” kata Yosef.













