Kupang, Ekorantt.com – Sebanyak 4.485 UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di NTT terdampak pandemi. Demikian kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Nyoman Ariawan Atmaja seperti dilansir dari Antaranes.com pada Jumat, (6/11/2020).
Ariawan mengemukakan bahwa pihaknya akan fokus untuk mendorong agar UMKM di NTT bisa segera pulih. Masih menurut Ariawan dalam struktur usaha ekonomi NTT hampir 99 persennya adalah UMKM.
“Fokus kami ke depan ini adalah bagaimana mendorong agar ekonomi UMKM-UMKM kita bisa segera pulih karena dalam struktur usaha ekonomi NTT, hampir 99 persennya adalah UMKM,” kata Ariawan.
Ia menyebutkan, dari data yang dimilikinya tercatat sebanyak 4.485 UMKM di NTT yang terdampak pandemi. Ribuan UMKM tersebut mengalami penurunan omzet yang diperkirakan mencapai sekitar 75 persen.
“Karena itu pemulihan UMKM ini jadi fokus kita karena pertumbuhan ekonomi kita sangat tergantung pada sektor ini. Di sisi lain juga sektor ini menyumbang tenaga kerja mencapai hingga 92 persen,” katanya.
Ariawan mengatakan BI NTT juga banyak melakukan pembinaan UMKM yang menghasilkan beragam komoditi yang banyak di antaranya merupakan penentu inflasi di NTT seperti, bawang, cabai, beras, maupun sapi dan tenun.
Pihaknya juga terus mendorong digitalisasi UMKM sehingga walau pun mereka di rumah karena pandemi Covid-19, tetapi tetap bisa memasarkan produknya.
“Ini yang kita dorong juga agar UMKM kita mempunyai sertifikasi, masuk dalam pasar digital, dan akses terhadap pembiayaan,” ujarnya.
Ariawan menambahkan, selama massa Covid-19 ini pihaknya juga menggelar kelas daring secara gratis bagi UMKM agar mereka bisa berkembang serta mendapat pembinaan menjadi pengusaha.












