Aula Camat, Sekolah dan Kantor Koperasi Jadi Tempat Pengungsi Lewotobi Laki-laki

Maumere, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Flores Timur, NTT, menggunakan fasilitas umum sebagai posko pengungsian warga akibat dampak meletusnya gunung Lewotobi Laki-laki sejak Senin, 1 Januari 2024, dini hari.

Upaya pemerintah itu dilakukan setelah sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, dari level II (Waspada) ke level III (Siaga).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Flores Timur, Yohanes B.P. Hayon, menyebutkan setidaknya tiga fasilitas umum dipakai sebagai pusat pengungsian.

“Kami siap di aula Kantor Camat Wulanggitang, SDK Kemiri, dan Kopdit CU Remaja Hokeng di Desa Boru,” ujar Yohanes dalam sambungan telepon, Senin, 1 Januari 2024.

Ia menyebutkan warga yang berada di posko pengungsian berasal dari Desa Nawokote, Desa Klatanlo Kecamatan Wulanggitang, dan Desa Dulipali Kecamatan Ile Bura.

“Tetapi warga Dulipali ada sebagian yang masih di rumah, ada juga yang sudah ngungsi. Ada juga yang ngungsi ke Desa Pululera,” kata dia.

Yohanes menambahkan pemerintah sudah turun meninjau keadaan warga serta membawa sejumlah bantuan darurat di setiap titik pengungsian.

Peninjauan bersama BPBD, Dinsos, Pol PP, petugas kesehatan, serta TNI/Polri dipimpin Penjabat Bupati Flotim Doris Alexander Rihi. Tim itu mengelilingi sejumlah titik sebagai pusat perkumpulan warga pengungsi.

“Soal kebutuhan pokok seperti makanan kami bawa bersama dengan tiga mobil tangki berisi air bersih. Kita juga bawa tenda pengungsi dan tenda keluarga. Dinas Sosial juga mendopring beras ke titik pengungsian,” beber Yohanes.

Ditengah-tengah peninjauan itu, pemerintah setempat berharap warga tetap memakai masker untuk mengindar dari gas beracun bersamaan abu vulkanik.

“Puskesmas Boru juga membagi masker, diharapkan mereka juga memakai,” kata dia.

TERKINI
BACA JUGA