Kupang, Ekorantt.com – Dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Kelurahan Kayu Putih terus menggencarkan berbagai program kesehatan keluarga.
Salah satu program unggulan yang kini dijalankan adalah Gerakan “Ayo Batanam”, yakni gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam tanaman produktif sebagai sumber pangan sehat keluarga.
Lurah Kayu Putih, Jane Ndaomanu menjelaskan, program ini masih dalam tahap perluasan dan belum mencakup seluruh RT di wilayah Kayu Putih. Meski demikian, antusiasme warga menjadi modal kuat untuk terus mengembangkan gerakan tersebut.
“Kami baru melibatkan 20 ibu-ibu rumah tangga dari RT 29 dan RT 30,” ujar Jane di Kupang, Senin, 11 November 2025.
Dalam pelaksanaannya, para ibu rumah tangga diwajibkan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-mayur dan bahan makanan yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Bibit sayuran dan tanaman produktif disiapkan oleh pihak kelurahan agar masyarakat dapat langsung mengolah lahan yang tersedia.
Jenis sayuran yang ditanam meliputi pakcoy, bayam, terong, selada, tomat, dan lombok.
“Kami melakukan pengadaan bibit sayur dan tanaman menghasilkan. Ini berjalan sampai saat ini,” tambah Jane.
Program “Ayo Batanam” juga mendapat dukungan dari Dinas Pertanian Kota Kupang, mulai dari pendampingan teknis hingga pemenuhan kebutuhan dasar pertanian.
Warga didorong untuk menggunakan pupuk organik serta memanfaatkan barang bekas atau limbah rumah tangga sebagai media tanam, sehingga kegiatan bercocok tanam dapat dilakukan tanpa biaya besar.
Meski begitu, Jane mengakui masih ada sejumlah kendala yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait keterbatasan anggaran untuk pengadaan bibit. Sebagai langkah awal, pihak kelurahan turut menyiapkan tanah dan anakan guna mendukung masyarakat yang ingin memulai bercocok tanam di pekarangan.
“Setiap bulan kami lakukan pertemuan rutin bersama mama-mama hebat,” ungkapnya.
Melalui gerakan sederhana namun berdampak besar ini, Kelurahan Kayu Putih berharap mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, serta berkontribusi terhadap keberhasilan program Kupang Sehat dan penurunan angka stunting di tingkat kelurahan. (Patrick Padeng/Adv)












