Ruteng, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PRKPP) menargetkan pembangunan 300 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Kepala Dinas Kepala Dinas PRKPP Manggarai Yustinus M. Nanga menjelaskan, program ini merupakan sebagai salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari.
Ia berkata, seluruh LPJU tersebut akan tersebar merata pada 12 kecamatan, kendati lebih prioritaskan untuk wilayah ibu kota kabupaten.
“Kita ada program kerja yang sudah siapkan anggarannya itu untuk pembangunan 300 titik Lampu Penerangan Jalan Umum dan itu nanti tersebar di seluruh kecamatan,” ungkap Yustinus pada Senin, 5 Januari 2026.
Pembangunan ini, katanya, diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta menunjang mobilitas warga pada malam hari.
Dengan adanya LPJU, maka dampak langsungnya adalah keselamatan pengguna jalan, kelancaran aktivitas ekonomi, juga ketertiban lingkungan.
“Penerangan jalan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung mobilitas, tetapi juga menjadi elemen penting dalam menciptakan ruang publik yang aman dan produktif bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, distribusi pembangunan LPJU dilakukan secara merata ke seluruh wilayah, tetapi disesuaikan dengan skala kebutuhan.
Dengan alokasi 190 titik, Kecamatan Langke Rembong ditetapkan sebagai wilayah prioritas, mengingat kecamatan itu sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat.
Sedangkan untuk 11 kecamatan lainnya masing-masing mendapat alokasi 10 titik. Dengan demikian, total keseluruhan mencapai 300 titik lampu.
“Kita prioritaskan dulu dalam kota,” ujarnya menambahkan.
Terkait sejumlah LPJU yang tidak lagi berfungsi, Yustinus mengatakan, kebanyakan kerusakan disebabkan karena teknis.
Namun, perbaikan belum bisa dilakukan optimal karena keterbatasan anggaran rutin pemeliharaan.
“Ya, harapannya di APBD perubahan nanti kita bisa anggarkan itu ke perbaikan. Memang yang paling banyaknya itu di Kecamatan Langke Rembong, sebagai kota pusat kabupaten sehingga dia lebih banyak,” kata Yustinus.
Yustinus berharap program ini tak hanya menjadi solusi atas keluhan warga soal gelapnya jalanan, tetapi juga menjadi langkah nyata membangun ruang publik yang lebih aman dan nyaman di seluruh wilayah.











