Kupang, Ekorantt.com – Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Joaz Oemboe Umbu Wanda menyebut pangan lokal menjadi basis kekuatan ekonomi daerah. Karena itu pengembangan pangan lokal ke depannya perlu terus didorong.
Apalagi, kata dia, NTT memiliki sembilan varietas unggulan pertanian yang terus dikembangkan. Kesembilannya antara lain; Jagung Hibrida Nusa Timore 77, Sorgum Bioguma, Padi Inpago (Inbrida Padi Gogo), Padi Inpari 42, Jambu Mete, Kopi Bajawa, Vanili, Cendana, dan Ubi Ungu/Ubi Kayu
Ke depan, menurut Joaz, kerja sama juga akan diperluas melalui program “Petani Masuk Kampus” bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan model bisnis pertanian di kabupaten.
“Serta sinergi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dalam mendukung MBG (Makan Bergizi Gratis) melalui bidang ketahanan pangan,” katanya saat audiensi dengan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Jefri S. Bale bersama jajarannya di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu, 21 Februari 2026 siang.
Sebelumnya, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mendorong strategi adaptasi sektor pertanian, tidak saja hanya dengan komoditi padi melainkan juga dengan produksi sorgum atau jagung.
Johni menyebut di Kabupaten Sabu Raijua yang cukup kering cocok mengembangkan sorgum dan jagung.
“Kita tidak harus terpaku pada beras, tetapi sorgum dan juga jagung harus dimanfaatkan,” kata Johni saat memberikan arahan kepada Bupati Sabu Raijua dan jajarannya.
Ia berkata, lahan-lahan yang ada di Kabupaten Sabu Raijua harus sebanyak mungkin menanam jagung dan sorgum, sehingga akan menjadi substitusi beras.
Menurut Johni, sorgum dan jagung memiliki daya tahan tinggi di lahan kering dan dapat menjadi substitusi beras yang efektif bagi masyarakat lokal.
Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong kampus perlu terlibat dalam pengembangan produk bernilai tambah, seperti pengelolaan komoditas asam di daratan Timor dan potensi pertanian lainnya.
Gubernur Melki juga mendorong transformasi masyarakat dari pola konsumtif menjadi produktif berbasis hilirisasi.
“Selain itu perlu dilaksanakan optimalisasi program KUR agar tepat sasaran dalam mendukung pemberantasan kemiskinan,” pungkas dia.
Gubernur Melki berharap kolaborasi antara Pemprov NTT dan Undana diharapkan mampu melahirkan kebijakan berbasis riset yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat NTT.
Rektor Undana, Jefri Bale dalam pertemuan tersebut mendorong forum diskusi akademik bersama mitra legislatif dan penguatan unit hilirisasi produk di bawah LP2M sebagai leading sector inovasi.
Selain itu, dalam agenda pengembangan institusi, Undana tengah menghidupkan kembali program double degree yang sebelumnya digagas bersama Pemprov NTT untuk memberi kesempatan ASN melanjutkan pendidikan.
Ia menambahkan, pihak Undana juga mengapresiasi pelibatan civitas akademika dalam berbagai program Pemprov NTT, termasuk dukungan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam mendorong swasembada pangan.
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan dan kolaborasi, Undana mengundang Gubernur untuk hadir dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Undana tahun 2026.












