Maumere, Ekorantt.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia meminta Pemerintah Kabupaten Sikka untuk mendata 68 desa pesisir di wilayah tersebut.
“68 desa pesisir nanti akan dievaluasi oleh pak Dirjen dibantu Kepala Satgas, Lanal, Forkompinda termasuk Bupati. Mana yang menjadi pusat aktivitas perikanan, dan wilayah mana yang jadi penyangga,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono saat mendatangi Kelurahan Wuring Lembah, Kecamatan Alok Barat, kabupaten Sikka, NTT, pada Kamis, 26 Februari 2026.
Kedatangan Trenggono guna meninjau calon lokasi kampung nelayan merah putih (KNMP) yang terletak di Kelurahan Wuring Lembah.
“Saya melihat satu titik lokasi yang akan dibangun kampung nelayan merah putih. Kemarin di Kupang dan hari ini di Sikka,” ujarnya.
Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan lahan di beberapa wilayah pesisir agar dapat dibangun kampung nelayan dan seluruh fasilitasnya.
Program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perikanan dan menyejahterakan masyarakat pesisir.
Trenggono mengklaim, kampung nelayan yang akan dibangun nanti di luar bayangan masyarakat. Enam bulan lagi, kata dia, akan menjadi kampung nelayan yang bersih, tertata, dan modern.
“Nanti akan dibangun fasilitas dermaga yang bagus, pabrik es, cold storage, toko perbekalan, dan bengkel kapal, termasuk merevitalisasi semua fasilitas. Kita akan bantu kapal viber berukuran lima GT,” jelas Trenggono.
Tak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan, Trenggono berharap ke depannya lokasi kampung nelayan bisa berkembang menjadi destinasi wisata agar dapat menyejahterakan masyarakat.
“Saya mohon dukungan dari bapak, ibu semua. Hari ini saya datang ke sini untuk mengetahui langsung kebutuhan para nelayan,” kata dia.
Trenggono menyampaikan, anggaran yang dialokasikan untuk mendukung pembangunan kampung nelayan Wuring sekitar Rp13 miliar hingga Rp22 miliar. Anggaran ini diharapkan menjadi suntikan signifikan bagi percepatan pembangunan infrastruktur pesisir.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago mengatakan, akan menindaklanjuti pendataan semua desa pesisir di Sikka. “Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga impian kita jadi pusat aktivitas perikanan dan desa penyangga terwujud,” ujar Juventus.
Warga Kelurahan Wuring Lembah, Udin mengaku senang lantaran kampung nelayan tradisional Wuring akan diubah menjadi modern.
“Tentunya kami masyarakat menyambut baik dan kami menanti kampung nelayan modern dalam tahun ini,” ujarnya.
Haji Ali Sadikin menyampaikan hal yang sama. Ia berharap pemerintah pusat membantu perbaikan kolam labu, beton tanggul, fasilitas penerangan, dan kapal fiber berukuran lima GT.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sikka, Paulus Bangkur memaparkan, sebagian besar warga pesisir Wuring berprofesi sebagai nelayan. Mayoritas pemancing tuna. Produksi tuna loin dari wilayah ini mencapai sekitar 350 ton per tahun.
Sebagian besar nelayan masih menggunakan kapal berukuran satu GT. Kawasan ini juga memiliki kolam labuh yang dibangun dengan dana APBD 2021, satu tempat penampungan ikan, serta pabrik es kristal.
Lurah Wuring, Loy Parera menyebut, warga kelurahan Wuring yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan sebanyak 385 kepala keluarga (KK).
Jumlah armada kapal motor nelayan sebanyak 56 unit dengan kapasitas rata-rata di bawah lima GT.
“Ada beberapa unit kapal motor yang rusak, tidak diperbaiki karena warga kesulitan dana,” ujarnya.












