Kopdit Ayo Mandiri Siapkan Program Pemberdayaan dan Digitalisasi Pelayanan

Ketua KSP Kopdit Ayo Mandiri, Yosep Sudarso berkata, pada pemberdayaan ekonomi anggota, pihaknya akan melihat kelompok-kelompok yang punya potensi berusaha.

Ruteng, Ekorantt.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Ayo Mandiri sedang merencanakan program pemberdayaan ekonomi anggotanya. Koperasi ini juga berupaya melakukan transformasi digitalisasi koperasi sebagai upaya memudahkan transaksi digital.

Ketua KSP Kopdit Ayo Mandiri, Yosep Sudarso berkata, pada pemberdayaan ekonomi anggota, pihaknya akan melihat kelompok-kelompok yang punya potensi berusaha.

Karena itu, Ayo Mandiri mendorong anggota mengikuti kegiatan pelatihan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bidang usaha mereka masing-masing.

“Rencana kita akan kerja sama dengan Ayo Indonesia,” kata Sudarso saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XVI Kopdit Ayo Mandiri di Aula Efata Ruteng, Kabupaten Manggarai pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Ayo Indonesia yang disebutnya merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, selain pelatihan, pengurus juga membantu memasarkan hasil usaha dari anggota. Misalkan pada hasil komoditas kopi, dorongannya ke pasar lokal maupun ekspor ke luar Flores.

“Semua berkelanjutan. Dari akses modal, pelatihan sampai dengan akses pasar,” ucapnya.

Sudarso melihat begitu banyaknya anggota yang memiliki hasil komoditas tinggi. Namun kendalanya, mereka kesulitan mengakses pasar.

“Sebenarnya mereka mampu untuk menyelesaikan kewajiban mereka di koperasi. Lalai bisa ditekan kalau komoditas bisa diuangkan,” tuturnya.

Sudarso mengaku memiliki jaringan pasar dengan Ayo Indonesia. Pemasarannya bisa luar daerah bahkan negeri.

“Sedang untuk pangan, seperti berasa dan jagung dan sorgum itu kita dorong pasarnya dalam daerah.”

Dalam hal ini, pengurus bertindak sebagai perantara. Anggota yang di daerahnya bukan penghasil beras, bisa datangkan dari anggota yang daerahnya berpenghasilan beras.

“Di sini perannya kita untuk memediasi,” tuturnya.

Program lain dalam tahun buku 2026 adalah memulai bertransaksi digital melalui Aplikasi CubizPay. Sudarso bilang, penggunaan aplikasi ini dimulai dari pengurus, pengawas, dan manajemen. Setelah itu, anggota dapat menggunakannya untuk bertransaksi.

“Anggota kita banyak yang pedagang, biar mereka tidak memotong waktu kerja, apalagi orang bisnis,” tuturnya.

Tetapi, masih banyaknya anggota yang belum menggunakan Android menjadi sebuah kendala. Sudarso tetap berkomitmen memulainya.

Selain itu, tujuan beralih ke digital mau mengikuti gaya anak muda yang melek digitalisasi. Dengan digitalisasi, koperasi dapat menggait anak muda.

“Mereka (orang muda) melihat cara-cara mana yang familiar menurut mereka kita mulai coba,” ungkapnya.

Sementara itu, Adrianus Nurdin, Sekretaris Pengurus Kopdit Ayo Mandiri menyampaikan perkembangan anggota selama tahun buku 2025.

Per Desember 2025, anggota Kopdit Ayo Mandiri sebanyak 6.168 orang. Anggota ini menyebar pada 286 desa dan 36 kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

“Karena itu, dalam rencana kerja tahun buku 2026 ini ditargetkan penambahan anggota baru 930 orang,” sebutnya.

TERKINI
BACA JUGA