Tambal Ban Online Ala Ama Kuji, Solusi Darurat bagi Pengendara di Kota Kupang

Dalam sehari, Ama Kuji bisa menambal lebih dari 10 motor. Ia juga melayani mobil dan ban tubeless. Saat hari raya, pesanan bahkan bisa datang hingga dini hari.

Kupang, Ekorantt.com – Ama Kuji, 50 tahun, kerap menjadi penyelamat untuk sebagian orang yang panik karena ban sepeda motor atau mobilnya bocor di Kota Kupang.

Pria paruh baya asal Kabupaten Sabu Raijua ini dikenal sebagai pelopor jasa tambal ban online di Kota Kupang.

Dengan hanya bermodalkan ban dalam dan peralatan sederhana, Ama Kuji hadir menjawab kebutuhan warga yang mengalami masalah di jalan.

Dengan cukup menghubungi nomor WhatsApp 0853 3858 7908, ia akan meluncur ke lokasi pelanggan, baik di dalam kota maupun hingga batas kota.

“Saya pasang tarif Rp20 ribu untuk satu lubang di dalam kota. Kalau agak jauh seperti jalur 40 atau di batas kota, biasanya ada penyesuaian harga,” tutur Ama saat diwawancarai Ekora NTT beberapa waktu lalu di Kupang.

Harga tersebut memang sedikit lebih tinggi dibanding tambal ban biasa yang rata-rata Rp15 ribu. Namun bagi pelanggan yang terjebak di tengah jalan, selisih Rp5 ribu terasa sepadan dengan solusi yang Ama Kuji tawarkan.

Pelanggan bahkan memberi tip lebih karena merasa sangat terbantu karena kehadirannya yang membawa solusi.

Perjalanan Ama Kuji tidaklah mudah. Ia mengaku tidak tamat sekolah dasar. Namun keterbatasan pendidikan tak menyurutkan semangatnya bekerja keras.

Sejak 2003 hingga 2014, ia membuka jasa tambal ban manual di Bundaran PU atau yang kini dikenal sebagai Patung Tirosa. Namun pada 2014, ia harus menghentikan usahanya karena penggusuran.

“Setelah itu saya berhenti tambal ban dan jadi ojek,” kenangnya.

Dari hasil menarik ojek, ia perlahan bisa membeli tanah dan membangun rumah sederhana untuk keluarganya. Saat order ojek sepi, ia bekerja serabutan sebagai tukang kayu dan tukang tembok. Namun persaingan harga yang ketat di dunia bangunan membuatnya berpikir ulang.

“Semua pekerjaan bagus. Saya kerja bagus, tapi banyak orang pilih tukang yang harga lebih murah,” katanya.

Dua tahun terakhir, ia memutuskan kembali ke keahliannya, kali ini dengan konsep berbeda yakni tambal ban online. Ia menyebut dirinya sebagai orang pertama di Kota Kupang yang menawarkan jasa tambal ban berbasis panggilan WhatsApp.

Dalam sehari, Ama Kuji bisa menambal lebih dari 10 motor. Ia juga melayani mobil dan ban tubeless. Saat hari raya, pesanan bahkan bisa datang hingga dini hari.

“Kalau lagi kerja dan ada telepon masuk, saya minta pelanggan bersabar atau cari tambal ban terdekat kalau memang mendesak,” ujarnya.

Meski kerap bekerja hingga malam, ia mengaku tidak pernah mengalami kendala berarti. Semua berjalan aman dan lancar.

Bagi Ama Kuji, pekerjaan apa pun adalah baik selama dilakukan dengan jujur. Ayah dari tiga anak yang dua di antaranya masih duduk di bangku SMP ini tidak punya harapan muluk.

“Setiap hari saya hanya ingin terus bekerja untuk membahagiakan ketiga anak dan istri yang menunggu di rumahnya,” ungkapnya.

Di tengah hiruk pikuk Kota Kupang, Ama Kuji membuktikan bahwa inovasi tak selalu lahir dari bangku sekolah tinggi. Kadang, ia muncul dari kebutuhan, ketekunan, dan tekad sederhana.

“Apa yang saya lakukan ini adalah pekerjaan mulia. Benar to kaka? Kita bisa bantu orang sambil menghidupi keluarga,” tandasnya.

TERKINI
BACA JUGA