Empat Desa Terdampak Gempa di Flores Timur Belum Tersentuh Bantuan

Sekretaris BPBD Flores Timur, Ariston Kolot Ola, mengatakan distribusi bantuan sempat mengalami keterlambatan.

Larantuka, Ekorantt.com – Empat desa terdampak gempa bumi di Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, belum mendapatkan pasokan bantuan logistik dari pemerintah daerah setempat.

Empat desa dimaksud yakni Desa Labelan, Desa Watohari, Desa Tanah Werang, dan Desa Kwuta. Warga berlindung di tenda darurat sembari menanti bantuan beras, perlengkapan tidur, dan air bersih.

BPBD Flores Timur sejauh ini telah menyalurkan bantuan ke Desa Motonwutun, Kecamatan Solor Timur, kemudian Desa Terong dan Desa Lamahala, Kecamatan Adonara Timur. Bantuan terdistribusikan pada Jumat, 10 April 2026 atau dua hari setelah terjadi gempa besar.

Kepala Desa Motonwutun, Mirdan Muhammad, mengatakan pihaknya menjemput bantuan dari petugas BPBD yang datang ke Terong. Bantuan berupa terpal, kasur lipat, dan tikar kemudian dibawa dengan perahu ke Lamakera untuk disalurkan ke warga terdampak.

“Syukur alhamdulillah, bantuan sudah kami terima, ada 10 terpal, 50 kasur, kemudian 50 tikar. Kami terus kondisikan sesuai dengan stok yang ada di BPBD,” ujarnya kepada Sabtu, 11 April 2026 sore.

Kepala Desa Watohari, Sadri Kamaruddin, mengatakan 215 kepala keluarga (KK) atau 900 jiwa warganya berharap agar bantuan disalurkan ke desa-desa yang belum tersentuh.

Terkait data kerusakan, Sadri mengaku masih melakukan pendataan. “Yang rusak parah ada satu rumah, sisanya itu retak, tetapi kita belum inventarisir,” ujarnya.

Selain di halaman terbuka, ujar Sadri, banyak warganya memilih mengungsi ke areal perkebunan yang letaknya cukup jauh dari permukiman.

Sekretaris BPBD Flores Timur, Ariston Kolot Ola, mengatakan distribusi bantuan sempat mengalami keterlambatan. Selain itu, persediaan logistik masih terbatas sehingga belum bisa mengakomodir semua penyintas.

Ariston berkata, pemerintah lebih memprioritaskan korban rumah rusak berat dan ringan sesuai dengan data yang telah tercatat. Pihaknya sedang berupaya menambah stok logistik dengan meminta dukungan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Karena keterbatasan logistik yang tersedia di gudang, maka kita prioritaskan yang rumah rusak,” katanya.

Ia menjelaskan, petugas lapangan terus bekerja keras. Mereka terlebih dahulu menyortir bantuan untuk memastikan kelayakan sebelum disalurkan.

Semua barang bawaan diseberangkan dengan kapal dari Pelabuhan Larantuka ke Adonara, lalu melakukan perjalanan darat sekitar 20-an kilometer ke lokasi bencana.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty AC Nebo Tukan, menuturkan Pemkab setempat berupaya menetapkan status tanggap darurat guna meningkatkan penanganan.

“Sedang koordinasi dengan BNPB dan BPBD NTT untuk penanganan kejadian bencana gempa bumi ini. Masyarakat diimbau selalu waspada, memang (saat ini) masih dalam penanganan darurat,” tuturnya.


Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA